Dijanjikan Usahanya Laris Manis, Warga Kulonprogo Malah Kehilangan Perhiasan Emas

Petugas Kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah Juminem, Dusun Bunder, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Kamis (19/11/2020). - Ist/dok
20 November 2020 15:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Terpedaya oleh orang tak dikenal yang mengaku bisa membuat setiap usaha laris manis, seorang warga Dusun Bunder, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulonprogo, bernama Juminem, 60, justru kehilangan perhiasan emas senilai Rp27 juta miliknya.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jefri mengatakan kemalangan yang menimpa Juminem itu terjadi pada Kamis (19/11/2020). Peristiwa bermula saat seorang pria tak dikenal, datang ke rumah Juminem sekitar pukul 14.30 WIB. Pria itu mengaku hendak membeli kapur barus yang dijual oleh korban.

Di saat bersamaan, pria itu juga menawarkan bantuan kepada Juminem untuk membantu membuat laris usahanya. Namun, syaratnya Juminen harus mengeluarkan perhiasan yang dimiliki dan memintanya untuk membeli garam.

Baca juga: Maling Masuk Toko Ban di Kulonprogo, Puluhan Ban Raib

Korban menuruti permintaan itu, lalu menaruh perhiasan miliknya di atas meja di dapur rumahnya yang kemudian ditutup dengan tutup termos. Korban lalu pergi untuk membeli garam di warung dekat rumahnya. Sepulang dari warung, korban mendapati bahwa perhiasannya sudah hilang. Pelaku juga sudah tidak ada di tempat.

"Diduga pelaku beraksi dengan memanfaatkan kelengahan korban yang sudah tua dan situasi rumah yang sepi," terang Jefri kepada awak media Jumat (20/11).

Baca juga: Angin Kencang di Bantul, Dua Rumah Rusak Tertimpa Pohon

Atas kejadian ini, korban menderita kerugian sebesar Rp27 juta, yang terdiri dari hilangnya sebuah kalung emas 25 gram, lima buah cincin emas 20 gram, dan sebuah gelang emas 10 gram.

Jefri mengatakan korban telah melaporkan peristiwa ini kepada kepolisian. Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi, salah satunya suami Juminen, Kasiyam, 60.

"Berdasarkan penuturan saksi [Kasiyam] saat korban pergi ke warung, pelaku sempat pamitan akan membeli rokok akan tetapi saat itu tidak kembali lagi ke rumah tersebut. Untuk saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan," ujarnya.