Gegara Asmara, Siswi SMK Nekat Gantung Diri

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
22 November 2020 13:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Seorang pelajar di salah satu SMK Nglipar berinisial L, 15, nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri, Sabtu (21/11/2020). Diduga L memiliki masalah dalam percintaan yang dialaminya.

Kanit Reskrim Polsek Nglpar, Ipda Ngatimin mengatakan, bunuh diri yang dilakukan L diketahui oleh orang tuanya pada saat pulang dari sawah, Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB. Pelaku melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri di pintu kamarnya.

“Sudah diperiksa oleh tim medis dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh pelaku. Jasad juga sudah diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan,” kata Ngatimin kepada wartawan, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Gawat! Kasus Covid-19 Melonjak, Ruang Isolasi RS Rujukan di Kulonprogo Penuh

Meski tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, diduga kuat L bunuh diri karena urusan asmara. Hal ini diperkuat dengan adanya temuan pesan pribadi dalam gawai yang dimilikinya.

“Pelaku sudah menjalin asmara selama tiga tahun. Masalah percintaan inilah yang membuat pelaku nekat bunuh diri,” katanya.

Data dari Polres Gunungkidul, total hingga sekarang sudah ada 29 kasus bunuh diri. Adapun rinciannya, 26 kasus gantung diri dan sisanya seanyak tiga kasus bunuh diri dengan cara minum racun.

Aktivis Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji) Sigit Purnomo atau dikenal Wage Daksinarga mengatakan, fenomena bunuh diri masalah utamanya adalah depresi atau gangguan jiwa. Depresi bisa menyerang siapa saja, tidak hanya orang tua, namun juga kalangan remaja. “Nyatanya ada remaja yang bunuh diri. Jadi, depresi bisa terjadi pada siapa saja,” kata Wage saat dihubungi kemarin.

Baca juga: Kenaikan Upah 2021 Bantul Belum Sesuai Harapan Buruh

Menurut dia, kasus bunuh diri di kalangan remaja harus mendapatkan perhatian. Ia pun berharap di Gunungkidul ada tokoh yang bisa memberikan inspirasi sehingga anak muda tidak depresi dan melakukan tindakan yang nekat. “Harus ada tokoh yang membantu anak-anak muda untuk membantu dalam menghadapi permsalahan yang dihadapi sehingga tida terjerumus ke pergaulan yang salah,” katanya.