PAD Moncer, DPRD Minta Jalan Jalur Wisata di Gunungkidul Diperbaiki
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI--Dinas Kesehatan Gunungkidul mengumumkan dua tambahan kasus positif corona, Minggu (22/11/2020). Adanya tambahan maka warga yang terpapar virus berjumlah 411 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kasus baru pasien corona berasal dari Kapanewon Wonosari dan Ngawen. Adapun temuan berasal dari skrining pegawai dan pelaku perjalanan. "hasil tes swab menunjukan positif. Untuk itu, kami lakukan penelusuran terhadap warga yang melakukan kontak erat," kata Dewi, Minggu.
BACA JUGA : Seluruh Daerah di Jogja Saat Ini Berstatus Zona Merah Corona
Menurut dia, penelusuran dilakukan untuk menekan kasus penyebaran sehingga tidak semakin meluas. Total hingga saat ini sudah ada 411 kasus positif corona. Adapun rinciannya 341 pasien sudah dinyatakan sembuh. Sementara itu, sisanya sebanyak 55 pasien masih menjalani perawatan dan 15 orang dinyatakan meninggal dunia.
"Hingga saat ini kami sudah mengambil 7.610 sampel uji spesimen. Hasilnya, 6.680 sampel dinyatakan negatif, 411 positif dan sebanyak 319 sampel masih dalam proses uji laboratorium," ungkapnya.
BACA JUGA : Hari Ini Positif Covid-19 di Jogja Tambah 67 Kasus
Dewi mengatakan potensi penularan virus corona masih harus diwaspadai. Hal ini dikarenakan proses penularan belum bisa dikendalikan karena jumlah warga yang terpapar masih terus bertambah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Banjir Nagoya sempat mengganggu latihan tim basket Indonesia. Taufik Hidayat memastikan NOC dan CdM mencari solusi.
Jelajah Edukasi Dasar ke-3 di Sleman membahas pendidikan yang memanusiakan, inovasi pembelajaran, perlindungan murid, dan masa depan pendidikan.
BMKG memprediksi kemarau di Jateng selatan, khususnya Cilacap, berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026 akibat El Nino sangat kuat.
Jembo Cable Bimasakti Racing Team Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di ajang internasionaL
Gunung Anak Krakatau masih erupsi pada 10 September 2026. Status Level III Siaga, simak data erupsi dan imbauan PVMBG.