KABAR KAMPUS: Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Dosen Ini Teliti Manfaat Herbal untuk Covid-19

Profesor Nurkhasanah saat menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar, Selasa (24/11/2020). - @Youtube.
24 November 2020 15:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Profesor Nurkhasanah dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja, yang disiarkan secara daring, Selasa (24/11/2020). Nurkhasanah mengungkap hasil penelitiannya terkait beragam manfaat tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan sebagai stimulasi sistem imun tubuh dalam menghadapi Covid-19.

Nurkhasanah mengatakan traditional Chinese medicine telah menjadi salah satu komponen inti dalam sistem kesehatan nasional China. Integrative Chinese-western medicine adalah pendekatan yang sangat menjanjikan untuk mengatasi Covid-19. Salah satu strategi yang perlu diambil dalam menghadapi pandemi adalah mencegah, sehingga biaya pengobatan dan dampak lain dapat diminimalisasi.

BACA JUGA : WHO Sahkan Protokol Uji Coba Obat Herbal Asal Afrika untuk

China menggunakan berbagai resep dan ramuan herbal untuk mengatasi Covid-29. Dari ramuan yang sudah digunakan untuk pengobatan di China bisa jadi pegangan untuk pengembangan herbal Indonesia untuk mengatasi Covid-19.

“Usaha preventif dengan meningkatkan sistem imun melalui penggunaan tanaman obat adalah strategi tepat. Banyak kajian membuktikan penggunaan tanaman obat dapat mempengaruhi sistem imun. Beberapa tanaman telah kami kembang [melalui penelitian],” katanya dalam pidatonya saat dipantau Harianjogja.com melalui Akun Youtube UAD, Selasa (24/11/2020).

Ia meneliti Rosela yang merupakan kelopak bunga dengan rasa asam yang memiliki sifat antioksidan secara in vitro dan in vivo melalui peningkatan aktivitas enzim. Penelitiannya membuktikan ekstrak Rosella mampu meningkatkan fagositosis makrofag dan proliferasi sel limfosit. Penelitiannya tentang Rosella telah memasuki uji praklinik dan uji klinik fase. Sekedar untuk diketahui fagositosis merupakan suatu proses atau cara untuk memakan bakteri atau benda asing yang dilakukan di mana setelah benda asing atau bakteri melekat pada permukaan makrofag.

BACA JUGA : Cara Mudah Rektor IPB Sembuh dari Covid-19: Minum Herbal

“Kandungan aktif Rosella yang diduga berperan dalam aktivitas ini adalah anthocyanin. Sifat tidak stabil anthocyanin yang mudah teroksidasi ini menyebabkan perlunya modifikasi bentuk sediaan jika ekstrak ini akan diproduksi secara komersial” katanya.

Penelitian selanjutnya adalah Rimpang Bengle yang sering digunakan untuk ramuan bayi atau ibu melahirkan. Rimpang ini memiliki immunomodulator melalui peningkatan aktivitas fagositosis makrofag, proliferasi limfosit. Selain itu rimpang ini mempunyai manfaat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen yang penting untuk penjagaan Kesehatan. Uji terhadap rimbang Bengle sebagai immunomodulator dan antioksidan sedang dalam tahap uji praklinik pada hewan.

Melalui pidato bertajuk Potensi Herbal Indonesia sebagai Immunostimulan, Alternatif menghadapi Pandemi Covid-19 ini, Nurkhasanah mengungkap masih ada Meniran yang juga banyak dikaji efeknya sebagai immunomodulator. Beberapa tanaman lain yang sudah banyak diteliti adalah jintan hitam untuk meningkatkan imunitas.

BACA JUGA : LIPI Akan Uji Klinis Herbal Penangkal Covid-19

“Untuk pengembangan jintan hitam dalam menangani penyakit metabolik telah memasuki uji klinik fase. Harapannya dalam jangka waktu dua tahun bisa memasuki fase produksi,” ujarnya.