Bantul Tidak Ingin Gegabah Buka Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi belajar. - Pixabay
24 November 2020 13:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tidak ingin gegabah membuka pembelajaran tatap muka meski sudah ada lampu hijau dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemkab Bantul masih melihat perkembangan grafik penularan Coronavirus Disease atau Covid-19 sampai akhir Desember mendatang.

“Kalau grafiknya [penularan Covid-19] menaik kami engga gegabah ambil kebijakan [pembukaan sekolah tatap muka],” kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo, saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Pasar Imogiri Bantul, Selasa (24/11/2020).

BACA JUGA: ASN di Bantul Diminta Belanja di Pasar Rakyat

Jika grafik penularan Covid-19 turun dan memungkinkan untuk membuka pembelajaran tatap muka, Budi sudah meminta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) agar sekolah ekstrakeras dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menurut dia, protokol kesehatan yang perlu diterapkan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga pada jam istirahat.

Sekretaris Disdikpora Bantul, Riswidodo, mengatakan meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah membolehkan sekolah tatap muka, kebijakan itu tetap diserahkan kepada pemerintah daerah. Riswidodo meyakini Pemkab Bantul akan mengombinasikan kebjakan Mendikbud dan Pemda DIY.

Menurut dia, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sudah memberikan pernyataan yang menyebut pembelajaran tatap muka tidak perlu dilakukan tergesa-gesa. Pembelajaran tatap muka perlu dilakukan secara berjenjang mulai dari perguruan tinggi (PT), kemudian dievaluasi sebelum dilanjutkan ke tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat terlebih dahulu.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Jalan Jogja-Wonosari

“Nanti setelah itu diterapkan di SMP dan SD,” kata Riswidodo.

Dia memprediksi jika pembelajaran tatap muka berhasil diterapkan di tingkat SMA pada Januari mendatang, metode serupa kemungkinan bisa diterapkan di SD dan SMP pada Februari 2021.

Disdikpora juga masih menunggu perkembangan penularan Covid-19 dan tidak ingin terburu-buru menerapkan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini, Bantul sudah menerapkan konsultasi pembelajaran dengan tatap muka terbatas khsus mata pelajaran tertentu dengan jumlah siswa dan orang tua siswa terbatas.

Kebijakan tersebut berjalan baik, bahkan mendapat banyak apresiasi dari orang tua maupun pemerintah daerah lain.