300 Paket Sembako Disalurkan ke Pengungsi Gunung Merapi

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Jogja Asri Basir (tengah), saat mengunjungi barak pengungsian di Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (25/11/2020) - ist
26 November 2020 12:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Bantuan kepada para pengungsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo terus berdatangan. Salah satunya bantuan 300 paket sembako disalurkan oleh BPJAMSOSTEK Cabang Jogja kepada para pengungsi.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Jogja Asri Basir mengatakan paket bantuan itu berisi beras, minyak goreng dan mie instan. Bantuan diserahkan langsung ke Posko pengungsian untuk disalurkan kepada para pengungsi. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian BPJamsostek kepada warga yang saat ini menghini barak pengungsian di Glagaharjo, Cangkringan.

Warga yang saat ini mengungsi dan berada di barak pengungsian, katanya, kebanyakan dari kelompok rentan. Mulai lansia hingga anak-anak. Mereka mengungsi sejak status Gunung Merapi naik dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). "Selain saat ini menghadapi pandemi Covid-19, warga juga menghadapi ancaman potensi bencana Merapi. Kami hadir untuk meringankan beban masyarakat, petugas dan tim relawan di Posko pengungsian," katanya, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Merapi Hari Ini Alami 404 Kali Gempa Hybrid

Meski mengungsi, lanjut Asri, warga dan seluruh relawan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain menggunakan masker, katanya, penyerahan bantuan tidak langsung diberikan kepada pengungsi. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan. "Jadi tetap lewat Posko. Kami juga menyaksikan warga melakukan senam pagi demi menjaga kebugaran fisik dan kesehatan masyarakat selama di pengungsian," ujarnya.

Asri menambahkan hingga kini, BPJAMSOSTEK Cabang Jogja sudah membayarkan klaim sebesar Rp351,4 miliar dengan rincian klaim total bagi pekerja penerima upah sebesar Rp349,8 miliar dan sebesar Rp1,1 miliar untuk pekerja bukan penerima upah. "Untuk peserta dari sektor konstruksi klaim JKK Rp379,9 juta dan pekerja migran Indonesia Rp178,8 juta," terangnya. (*)