Wisata Kaliurang Aman, Pelaku Wisata Tetap Beroperasi

Para pelaku wisata jeep lavatour Tlogoputri bersantai sambil menunggu wisatawan yang berkunjung ke Tlogoputri, Kamis (25/11/2020) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
26 November 2020 13:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejak status Gunung Merapi naik dari level waspada ke siaga, kunjungan wisatawan ke Kaliurang menurun. Pelaku wisata di Kaliurang mengajak masyarakat tidak takut untuk berkunjung ke kawasan wisata tersebut.

Anggota Komunitas Jeep Wisata Tlogoputri Kaliurang Surono mengatakan sejak status Merapi naik menjadi Siaga kunjungan wisatawan ke Kaliurang turun. Padahal, katanya, wisata Tlogoputri tidak masuk dalam kawasan wisata yang dilarang untuk dikunjungi.

"Kami masih berada di jarak aman, lokasinya 6,5 km dari puncak Merapi. Kalau tidak aman, pemerintah mesti menutup kawasan wisata ini," katanya saat ditemui di Tlogoputri, Kamis (26/11/2020).

Dia menduga, penurunan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari banyaknya kabar bohong (hoaks) terkait kondisi Merapi. Sejak status Merapi naik menjadi Siaga, katanya, muncul isu jika kawasan wisata di lereng Merapi ditutup. Padahal, ujarnya, kawasan wisata yang ditutup hanya yang berjarak diradius 5km dari puncak Merapi. Seperti wisata Bungker Kaliadem dan Wisata Bukit Klangon.

"Kami pastikan sampai saat ini wisata Kaliurang belum ditutup dan aman dikunjungi. Warga juga masih beraktifitas seperti biasa. Tidak ada yang mengungsi karena masih berada di jarak aman,"kata Surono.

Baca juga: Kunjungi Pengungsi Merapi di Glagaharjo, DPR RI Minta Protokol Kesehatan Ditegakkan

Pada Rabu (25/11/2020), katanya, mereka melayani rombongan wisatawan dari Bogor. Sebanyak 15 jeep di kawasan tersebut diborong untuk mengantar wisatawan berkeliling lereng Merapi. "Ya rutenya berbeda saat sebelum status Merapi naik jadi Siaga. Kami mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak melewati radius 5 km. Jadi melewati jalur di bawah radius 5km," katanya.

Hal senada disampaikan Didik Aryanto, petugas parkir wisata Tlogoputri. Menurutnya, sejak status Siaga ditetapkan jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis. Padahal lokasi wisata tersebut masih berada di area yang aman dikunjungi. "Ya [wisatawan] yang datang bisa dihitung. Turun drastis sejak status Merapi naik. Padahal wisata Kaliurang tidak termasuk wisata yang ditutup oleh pemerintah karena masih dalam radius aman," katanya.

Turunnya kunjungan wisatawan ke Kaliurang, katanya berdampak pada turunnya penghasilan masyarakat. Banyak warung kuliner yang tutup dan hanya beberapa saja yang masih membuka usahanya. Dia berharap agar pemerintah ikut memperhatikan kondisi tersebut. "Ya kami berharap pemerintah ikut mempromosikan jika saat ini wisata Kaliurang masih aman dikunjungi," harap Didik.

Salah seorang pengunjung Wisata Tlogoputri, Ririn Asmiati mengatakan ia mengaku datang ke Kaliurang untuk berwisata. Nyatanya, kata warga Purworejo ini, wisata Kaliurang masih beroperasi dan tidak ditutup. Menurutnya, pemberitaan yang disiarkan di media dinilai terlalu dibesar-besarkan terkait status siaga Merapi.

"Ya infonya tutup, tapi ternyata masih buka. Ya tadi naik jeep keliling Kaliurang saja," ujar Ririn.

Baca juga: Merapi Hari Ini Alami 404 Kali Gempa Hybrid

Panewu Pakem Suyanto menegaskan kawasan objek wisata Kaliurang tidak masuk dalam daftar objek wisata yang dilarang untuk dibuka seperti Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo, dan Wisata Religi Turgo. Alasannya, Kaliurang tidak masuk dalam daftar wisata yang harus ditutup sesuai Surat Bupati Sleman nomor 360/02057 dalam menindaklanjuti status Gunung Merapi menjadi siaga (level tiga).

"Poin tiga di dalam surat edaran Bupati Sleman nomor 360/02057," ujar Suyanto.

Pihaknya juga sudah berupaya untuk menyambangi sejumlah objek wisata yang terdapat di Kaliurang. Imbauan dilakukan oleh pemerintah kecamatan Pakem kepada pengelola objek wisata maupun wisatawan untuk selalu menjaga jarak aman minimal 5km dari puncak Gunung Merapi. "Kami sambangi di objek-objek wisata dan koordinasi agar pengunjung dan pengelola wisata selalu menjaga jarak aman dari puncak merapi minimal lima kilometer,” katanya.

Pihaknya juga telah mengimbau pengelola objek wisata dan wisatawan agar mengunduh aplikasi Lapor Bencana Sleman yang didalamnya terdapat aplikasi Jarak Aku dengan Merapi. "Kami sudah imbau mereka agar mengunduh aplikasi Lapor Bencana Sleman lewat playstore yang berisi aplikasi Jarak Aku dengan Merapi," katanya.