Kepala Dinas Sosial Jogja: Garda Terdepan Perlawanan Corona yang Meninggal Positif Covid-19

Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Agus Sudrajat (kiri) dan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti saat meninjau kesiapan operasional Selter Rusunawa Bener beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
01 Desember 2020 15:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kepergian Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Agus Sudrajat menyisakan duka mendalam di Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Agus yang meninggal dunia di RSUP Dr. Sardjito, Selasa (1/12/2020) pagi pukul 10.00 WIB adalah garda terdepan pengendalian penyebaran virus Corona di Kota Jogja.

Agus meninggal dunia dalam usia 55 tahun dan positif terinfeksi Covid-19.

BACA JUGA: Kepala Dinas Sosial Kota Jogja Meninggal Dunia karena Covid-19, Pemkot Berduka

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja yang juga Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menceritakan mulanya Agus dinyatakan positif Covid-19 pada Senin (23/11/2020) dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Jogja. Sejak masuk rumah sakit, kondisi Agus menurun karena memiliki banyak komorbid, yakni diabetes militus, jantung, dan penyakit lain.

Lantaran kondisinya terus menurun, Agus akhirnya dipindahkan ke RSUP Sardjito untuk mendapat fasilitas yang lebih lengkap.

“Tetapi kondisi Pak Agus yang komorbid dengan beberapa penyakit ini tak kunjung membaik. Saturasinya selalu turun sampai di bawah 90 terus,” ujar Heroe.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Kota Jogja Naik Tajam, Ini Penyebabnya

Menurut dia, Agus sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Jogja punya peran sangat besar dalam upaya memberantas virus Corona.

“Pak Agus adalah salah satu pilar Satgas Covid-19 yang berhubungan langsung dengan pengurusan kebutuhan sosial. Saat melayani pasien yang kesulitan pemakaman, kami selalu berhubungan dengan Pak Agus,” ujar Heroe.

Dia mengatakan mendiang Agus sangat responsif terhadap bantuan sosial pemerintah yang dibagikan secara bertahap untuk menanggulangi dampak Covid-19. “Saya kira Pak Agus sangat serius mempersiapkan data-data yang benar.”

BACA JUGA: Anies Sempat Ditegur Jokowi sebelum Mengaku Positif Covid-19

Agus juga punya perang sangat penting dalam mempersiapkan selter, posko-posko, dan dapur umum untuk suplai kegiatan-kegiatan penanganan Covid-19.

“Posisi dan peran Pak Agus sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Jogja sangat penting dan vital bagi kami. Saya berharap kita semua memaafkan segala kesalahan beliau dan kami mohon doa supaya amal ibadah pengabdiannya selama ini diterima Allah SWT.”

Menurut Heroe, dinas sosial menjadi jawatan paling sibuk di samping dinas kesehatan di masa pandemi.

“Dinkes menangani masalah medis, dinsos menangani masalah sosial, membantu masyarakat yang perlu memperoleh bantuan.”

BACA JUGA: Di Bantul, Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 Sudah Penuh

Salah satu kegiatan yang paling menyita almarhum Agus selama pandemi menurut Heroe yakni memverifikasi data bansos. Di sisi lain, Agus juga harus menyediakan logistik bagi orang-orang yang perlu bantuan makanan.

Almarhum Agus Sudrajat akan dimakamkan di Permakaman Sarilaya, Gedongkiwo, Mantrijeron. Karena pandemi, protokoler upacara penghormatan ditiadakan. Agus meninggalkan jabatan Kepala Dinsos Jogja dan Penanggung Jawab Selter Rusunawa Bener. Dua jabatan itu terbilang penting di tengah pandemi.

Heroe mengatakan akan mengangkat pelaksana tugas untuk mengurusi berbagai tugas yang ada ditinggalkan almarhum.

“Ini menjadi perhatian kita semua bahwa virus Corona ini sungguh-sungguh harus diperhatikan. Ini menjadi pembelajaran bagi Pemkot Jogja untuk selalu menegakkan dan menegaskan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya, baik dalam lingkungan kerja maupun saat pegawai kami berinteraksi dengan masyarakat,” kata Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.