Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, mengatakan pihaknya berusaha memenuhi ketersediaan bed untuk pasien Covid-19 sesuai dengan kemampuan rumah sakit serta penambahan tenaga kesehatan.
“Kalau minggu ini RS tertentu tambah bednya, tapi juga lihat kekuatannya kalau ternyata banyak nakes tumbang akan dikurangi lagi,” ungkapnya, Rabu (2/12/2020).
Kebutuhan fasilitas dalam penanganan kasus yang kian meningkat bukan saja pada bed, namun juga nakes. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meminta tambahan 200 nakes. Namun karena banyak provinsi lain yang juga mengajukan permintaan nakes, pemerintah tidak bisa mengirimkan nakes.
Sebagai gantinya, pemerintah akan membantu Dinas Kesehatan DIY untuk merekrut nakes lokal. “Ternyata banyak provinsi lain yang minta. Kami sudah berkoordinasi dan diizinkan rekrut nakes lokal dengan dibantu intensif dari pusat.
Hal ini kata dia, memungkinkan untuk dilakukan mengingat DIY memiliki cukup banyak institusi Pendidikan Kesehatan. Para lulusan yang belum mengantongi izin praktek tapi sudah memiliki kompetensi akan dilatih beberapa hari dan diterjunkan ke rumah sakit yang membutuhkan.
Ia kembali mengingatkan persoalan bed dan nakes adalah hilir dari pandemi covid-19. Penanganan tidak akan pernah selesai jika persoalan di hulu tidak dikelola dengan baik. “Jangan kemudian lihatnya parsial di hilir, tapi hulunya seperti apa? Seberapa besar kapasitas disediakan kalau hulu tidak dikelola hilir pasti terpontal,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat bertanggung jawab untuk disiplin menjaga protokol Kesehatan. Jika dirasa timbul gejala, segera isolasi mandiri di rumah. Jika rumah tidak memungkinkan untuk isolasi, desa, kelurahan, kapewonan diminta membantu memfasilitasi.
Termasuk pada libur akhir tahun, meski telah dipangkas, Jogja dimungkinkan tetap menjadi destinasi wisata. Semua pelaku wisata diharapkan benar-benar disiplin menerapkan protokol Kesehatan. Ia juga telah meminta DInas Pariwisata DIY untuk menyediakan hotel khusus untuk menampung wisatawan positif. “Bisa gak ada hotel didesikasikan untuk tamu yang ternyata positif. Datang reaktif, diswab positif, mau dibawa kemana?” katanya.
Sejak awal wisata kembali dibuka, pihaknya telah minta hotel untuk ruang khusus sebelum tamu yang positif mendapat selter. “Saya jadi pahami selter Kota dan Sleman jadi penuh, karena ngopeni wisatawan luar DIY, sementara warga Sleman sendiri keluar [beraktifitas di luar rumah],” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Revitalisasi 71.744 sekolah ditargetkan pada 2027 dengan prioritas sekolah terdampak bencana, rusak berat, dan daerah 3T.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 27 September 2026 naik. Cek harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Simulasi UMP 2027 jika naik 7,5%-9,5%. UMP DKI Jakarta berpotensi mencapai Rp6,27 juta berdasarkan usulan KSPI dan Partai Buruh
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.