Nataru, Tidak Ada Target Jumlah Kunjungan Wisatawan

Foto Ilustrasi Wisatawan memadati Pantai Parangtritis. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
07 Desember 2020 08:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah pengelola wisata di Bantul tidak menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata yang mereka kelola. Mereka lebih menekankan protokol kesehatan dari Covid-19 jika ada wisatawan datang.

“Kami tidak menargetkan jumlah pengunjung, tidak ada promo juga,” kata Purwo Harsono selaku ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola sejumlah objek wisata di Mangunan, Sabtu (5/12/2020).

Ipung-sapaan akrabnya mengatakan tidak terlalu menggebu untuk mendatangkan banyak wisatawan. Namun jika ada wisatawan yang datang pihaknya akan tetap menyambutnya dengan protokol kesehatan. Berbagai upaya dilakukan agar tidak terjadi kerumunan di pintu masuk objek wisata.

BACA JUGA : Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan di Bantul

Jumlah pengukur suhu wisatawan yang masuk ditambah dari yang tadinya satu orang menjadi dua sampai empat orang. Acara yang akan digelar pada malam tahun baru pun sama dengan tahun-tahun sebelumnya yakni hanya menghadirkan musik-musik lokal. “Tidak ada acara besar, tidak ada pesta kembang api,” kata Ipung.

Senada disampaikan pengelola wisata Puncak Sosok, Rudi Haryanto. Sampai saat ini pihaknya tidak mempersiapkan acara apapun, termasuk pesta kembang api. Dia masih menunggu intruksi dari pemerintah daerah mengingat penularan Covid-19 di Bantul masih tinggi, bahkan di wilayah Pleret tempat Puncak Sosok juga ada yang positif Covid-19.

“Tahun baru memang masih menunggu pemerintah apakah dibolehkan atau enggaknya masih dilema sejauh ini belum ada persiapan. Belum ada acara apa-apa,” kata Rudi.

BACA JUGA : 1.701 Polisi Amankan Natal dan Tahun Baru di Jogja

“Apakah boleh mengadakan acara kami belum berani,” imbuh Rudi. Kemungkinan, kata dia, acara yang digelar pada libur Natal dan tahun Baru ini seperti acara mingguan, yakni pentas musik.

Pihaknya juga tidak melakukan promo kepada wisatawan untuk datang ke Puncak Sosok, namun bagi wisatawan yang datang tetap disambut dengan protokol kesehatan. Rudi mengatakan ada penambahan penjaga pintu masuk dari yang tadinya satu orang menjadi empat orang.

“Petugas jaga sekaligus bertugas untuk mengecek suhu. Kami sudah persiapkan empat thermogun,” kata Rudi.

Menurut Rudi untuk kerumunan di pintu masuk masih mudah dikendalikan. Yang susah, kata dia, adalah ketika wisatawan sudah masuk area dalam Puncak Sosok. Namun demikian imbauan melalui pengeras suara untuk menjaga jarak akan terus disuarakan.