Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Foto Ilustrasi Wisatawan memadati Pantai Parangtritis. /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah pengelola wisata di Bantul tidak menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata yang mereka kelola. Mereka lebih menekankan protokol kesehatan dari Covid-19 jika ada wisatawan datang.
“Kami tidak menargetkan jumlah pengunjung, tidak ada promo juga,” kata Purwo Harsono selaku ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola sejumlah objek wisata di Mangunan, Sabtu (5/12/2020).
Ipung-sapaan akrabnya mengatakan tidak terlalu menggebu untuk mendatangkan banyak wisatawan. Namun jika ada wisatawan yang datang pihaknya akan tetap menyambutnya dengan protokol kesehatan. Berbagai upaya dilakukan agar tidak terjadi kerumunan di pintu masuk objek wisata.
BACA JUGA : Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan di Bantul
Jumlah pengukur suhu wisatawan yang masuk ditambah dari yang tadinya satu orang menjadi dua sampai empat orang. Acara yang akan digelar pada malam tahun baru pun sama dengan tahun-tahun sebelumnya yakni hanya menghadirkan musik-musik lokal. “Tidak ada acara besar, tidak ada pesta kembang api,” kata Ipung.
Senada disampaikan pengelola wisata Puncak Sosok, Rudi Haryanto. Sampai saat ini pihaknya tidak mempersiapkan acara apapun, termasuk pesta kembang api. Dia masih menunggu intruksi dari pemerintah daerah mengingat penularan Covid-19 di Bantul masih tinggi, bahkan di wilayah Pleret tempat Puncak Sosok juga ada yang positif Covid-19.
“Tahun baru memang masih menunggu pemerintah apakah dibolehkan atau enggaknya masih dilema sejauh ini belum ada persiapan. Belum ada acara apa-apa,” kata Rudi.
BACA JUGA : 1.701 Polisi Amankan Natal dan Tahun Baru di Jogja
“Apakah boleh mengadakan acara kami belum berani,” imbuh Rudi. Kemungkinan, kata dia, acara yang digelar pada libur Natal dan tahun Baru ini seperti acara mingguan, yakni pentas musik.
Pihaknya juga tidak melakukan promo kepada wisatawan untuk datang ke Puncak Sosok, namun bagi wisatawan yang datang tetap disambut dengan protokol kesehatan. Rudi mengatakan ada penambahan penjaga pintu masuk dari yang tadinya satu orang menjadi empat orang.
“Petugas jaga sekaligus bertugas untuk mengecek suhu. Kami sudah persiapkan empat thermogun,” kata Rudi.
Menurut Rudi untuk kerumunan di pintu masuk masih mudah dikendalikan. Yang susah, kata dia, adalah ketika wisatawan sudah masuk area dalam Puncak Sosok. Namun demikian imbauan melalui pengeras suara untuk menjaga jarak akan terus disuarakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.