Abidin Fikri Sebut Pemuda Terdampak Problem Bangsa, Bukan Biang Masalah
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyiapkan protokol kesehatan (Prokes) pada Pilkada serentak yang dilakukan 9 Desember 2020. KPPS pun menyiapkan tempat pemungutan suara (TPS) sesuai prokes yang ditetapkan.
Di TPS 01 Sambiroto, Purwomartani, Kalasan misalnya, KPPS menyiapkan kondisi TPS yang sesuai prokes. Mulai tempat cuci tangan, tempat duduk, kotak pencoblosan hingga jalan saat pemilih keluar dari TPS. "Kami baru akan gelar simulasi nanti malam agar besok proses pemilihan berjalan lancar,"kata Harjono salah seorang anggota KPPS TPS 01 Sambiroto, Selasa (8/12/2020).
Dia menjelaskan, pemilih diharapkan datang ke TPS sesuai waktu yang tertera dalam undangan. Antara pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Masing-masing pemilih jadwalnya diatur untuk menghindari kerumunan. Untuk dapat melakukan pencoblosan di TPS, katanya, maka pemilih diharuskan memakai masker. "Jika lupa tidak memakai masker kami sediakan masker pengganti. Kami juga akan menambah tenda di depan untuk ruang tunggu pemilih," katanya.
Setelah tiba di TPS, pemilih diminta mencuci tangan kemudian diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermogun. Pengecekan suhu dilakukan sebelum pemilih masuk ke dalam TPS. Apabila ada pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37.3 derajat maka diminta untuk tidak masuk ke TPS lebih dulu. Petugas akan meminta pemilih untuk melakukan pemungutan suara di bilik khusus. Bilik khusus ini berbeda letaknya dengan bilik suara lainnya.
Setelah melewati pemeriksaan thermogun, petugas memberikan sarung tangan sekali pakai kepada pemilih. Pemilih juga diminta duduk berjarak. Setelah melakukan pencoblosan di bilik, pemilih diminta melepas sarung tangan dan kembali mencuci tangan. "Setelah selesai memilih, pemilih diminta melepas sarung tangan dan kembali mencuci tangan saat keluar dari TPS," ungkapnya.
Harjono mengatakan, dalam kondisi normal seorang pemilih hanya menghabiskan waktu dua menit untuk menentukan pilihannya. Namun dikarenakan pemilih harus menerapkan prokes, maka waktu yang dibutuhkan kemungkinan lebih dari tiga menit. "Selain cuci tangan, pemeriksaan suhu, pemilih juga harus memakai sarung tangan plastik sekali pakai. Jadi waktu yang dibutuhkan bertambah, normalnya dua menit selesai," katanya.
Selama di TPS, kata Harjono, petugas akan mengatur alur pencoblosan dan selalu mengingatkan penerapan prokes. Untuk menghindari adanya penumpukan pemilih, ia berharap agar pemilih mendatangi TPS sesuai dengan jadwal yang tertera dalam undangan. "Di sini jumlah pemilih 339 orang. Kami undang sesuai jam yang ditentukan. Selain wajib menerapkan prokes, anak-anak juga dilarang ke lokasi TPS," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abidin Fikri mengingatkan pemuda ikut terdampak problem bangsa dan menyoroti pentingnya keteladanan pemimpin dalam menyiapkan generasi menuju 2045.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk tujuh kandidat Direktur Jenderal WHO. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027.
Kelurahan Gowongan mengedukasi orang tua tentang TBC pada anak sebagai upaya mencegah penularan dan mendukung pencegahan stunting.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
SIM Keliling Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Sabtu 31 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.