Bawaslu Sleman: Partisipasi Pemilih di Pilkada Merosot

Ilustrasi - Freepik
10 Desember 2020 18:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman menyebut partisipasi pemilih dalam pilkada tahun ini merosot. Pandemi Covid-19 menjadi faktor yang melatarbelakangi menurunnya angka partisipasi pemilih.

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan secara garis besar partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 memang tidak setinggi saat Pemilu 2019.

"Contohnya, di TPS sekitar Pogung Lor, yang berada di sekitar UGM, dulu kekurangan surat suara. Kalau sekarang itu malah kelebihan. Artinya, tingkat partisipasi menyentuh angka 70 persen. Ada penurunan partisipasi," ujar Arjuna, Kamis (10/12/2020).

Pada Pemilu 2019, partisipasi pemilih di Sleman mencapai 87,7% atau meningkat dibandingkan dengan partisipasi pada Pemilu 2014 yang berkisar 81%.

Penurunan partisipasi pemilih saat Pilkada Sleman tahun ini disinyalir karena pandemi Covid-19.

“Target partisipasi pemilih di kabupaten Sleman itu kan sekitar 80 persen pemilih. Di hari sebelum pelaksanaan pencoblosan, kami juga masih disibukkan dengan pelaksanaan protokol pencegahan penularan Covid-19 bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri itu seperti apa. Bahkan, sempat terjadinya tarik ulur terkait dengan boleh atau tidaknya saksi masuk ke TPS," ungkap Arjuna.

Indikasi pelanggaran yang terjadi saat Pilkada Sleman juga diklaim oleh Arjuna tidak semasif saat pelaksanaan Pemilu 2019 silam. Sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dengan indikasi pelanggaran saat dilaksanakannya pencoblosan Rabu (9/12/2020) lalu.