Tingkat Partisipasi Pilkada di Sleman Paling Rendah

Ilustrasi. - Freepik
14 Desember 2020 18:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Meski masih dalam situasi pandemi covid-19, partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 justru meningkat. Di DIY, dari tiga kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada, Gunungkidul menjadi kabupaten dengan peningkatan partisipasi terbanyak, sekaligus melampaui target nasional.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Hamdan Kurniawan, menjelaskan dibanding Pilkada sebelumnya, partisipasi Sleman meningkat 3%, Bantul 6% dan Gunungkidul 10%. “Gunungkidul terbanyak, dari sebelumnya 70 persen jadi 80 persen,” ujarnya, Senin (14/12/2020).

Sementara tingkat partisipasi Bantul menjadi 81% dan Sleman 75%. Bantul dan Gunungkidul melampaui target partisipasi nasional, yakni 77%. Kedua kabupaten ini juga memenuhi target partisipasi tingkat provinsi sebesar 80%.

BACA JUGA: Menikmati Wisata Perkebunan Anggur di Jogja

Meski Sleman belum memenuhi target, menurutnya dengan adanya kenaikan tersebut sudah sangat baik mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19. Ia melihat peningkatan partisipasi ini dipengaruhi oleh perbaikan data pemilu, sehingga yang tercatat adalah pemilih yang riil.

“Wajib E-KTP yang tercatat 6 Desember yang direkam setelah koordiansi Disdukcapil [Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil] sudah habis terekam. Bantul pun tinggal tujuh, orangnya pun sudah pindah keluar kota. Di Sleman ada 100 tapi itupun sudah sangat baik karena awalnya ada ribuan. Mobilitas di Sleman juga cukup tinggi,” katanya.

KPU tidak memfasilitasi tes swab petugas atau masyarakat selepas pemungutan suara. Sebab itu jika mau melihat dampaknya pada peningkatan kasus, maka hanya bisa dilihat data secara umum apakah ada lonjakan kasus setelah pilkada. Kendati demikian, dengan protokol kesehatan ketat selama pelaksanaan Pilkada, diharapkan mampu mengurangi risiko penularan.