Update Harga Emas 31 Mei 2026, UBS-Antam-Galeri24 Kompak Menguat
Harga emas hari ini di Pegadaian naik. Antam tembus Rp2,91 juta per gram, UBS dan Galeri24 juga menguat.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, SLEMAN- Menjelang pelaksanaan pemilihan lurah (Pilkades) 20 Desember mendatang, black campaign atau kampanye hitam mulai menimpa sejumlah calon. Pemkab Sleman menghimbau agar pelaksanaan pemilihan lurah berjalan fair dan demokratis.
Salah seorang calon lurah di Purwomartani, Kalasan, Semiono mengaku diserang black campaign yang dilakukan oleh calon lurah lainnya. Kampanye hitam tersebut dilancarkan melalui media sosial dan group WhatsApp warga. Pihak lawan menuduh Semiono telah memanipulasi data salah satu ahli waris sehingga hak warisnya hilang. Di dalam selebaran yang muncul di warga Purwomartani disebutkan salah satu calon lurah terlibat atas kecurangan pembagian warisan yang dialami warganya di Dusun Bayen. Kasus ini sudah masuk di PN Sleman dengan nomer perkara 254/Pdt.G/2020/Pnsmn.
Semi menjelaskan, kasus tersebut terjadi saat ia menjabat sebagai Kades Purwomartani. Saat itu, ada sengketa keluarga soal waris. Selaku kepala desa, ia diminta untuk menengahi masalah tersebut. Setelah ada kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh ahli waris, sebagai Kades Purwomartani Semiono beserta dukuh setempat menyatakan ikut mengetahui. Di kemudian hari ternyata muncul gugatan yang menyeretnya sebagai pihak tergugat.
"Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan pihak lawan itu tidak benar dan sudah mencemarkan nama baik saya. Perkaranya tidak sesuai fakta hukum karena yang tidak berhak mendapatkan waris tidak termasuk ahli waris. Jadi kabar-kabar bohong itu muncul menjelang pemilihan lurah untuk menjatuhkan nama baik saya," kata Semiono kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).
Terbukti, katanya, saat pihak lawan mengajukan kasus tersebut ke PN Sleman hakim memutuskan dalam putusan sela untuk menolak melanjutkan perkara tersebut. Dia berharap agar pemilihan lurah di Purwomartani berjalan demokratis tanpa adanya black campign untuk menjatuhkan salah satu calon. Semi mengaku tidak khawatir dengan kampanye hitam yang menyerang dirinya dengan alasan pengaruhnya tidak akan terlalu signifikan.
"Saya sendiri optimis meraih suara 60 persen dari jumlah pemilih. Cuma ini buat pembelajaran politik bagi masyarakat agar tidak terpancing dengan kabar-kabar yang tidak benar," ucapnya.
Selain masalah tersebut, Semi juga dituduh melakukan penyerobotan lahan di Turusan, Temanggal 2. Dia pun membantah tuduhan tersebut. Sebab selain lokasi tanah yang difoto berbeda, tanah yang dituduhkan tidak bermasalah dan tidak ada sangkut pautnya dengan Semiono. Atas kampanye hitam yang dideranya, Ia pun melayangkan somasi kepada kubu lawannya agar meminta maaf dan meluruskan black campign yang dilakukan.
Jika tidak, Semi akan melaporkan perbuatan pencemaran nama baik tersebut kepihak kepolisian. Pada Pilur 2020, terdapat tiga nama yang bersaing di Purwomartani yakni Semiono, Suhartono, dan Bambang Iswantara. Pemungutan suara akan dilaksanakan pada 20 Desember. "Kami sebenarnya sudah mensomasi pihak lawan untuk meminta maaf dalam waktu 24 jam. Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan melaporkan kampanye hitam ini ke pihak kepolisian," ujar kuasa hukum Semiono, Adnan Pambudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas hari ini di Pegadaian naik. Antam tembus Rp2,91 juta per gram, UBS dan Galeri24 juga menguat.
Jadwal KRL Solo–Jogja Rabu 3 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari pagi sampai malam.
SMPN 1 Sanden menjadi juara TKA Kabupaten Bantul 2026 dan peringkat kedua TKAD saat purna wiyata siswa kelas IX berbalut budaya Jawa.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Rabu 3 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Berangkat pertama pukul 05.05 WIB.
Dasco menilai Nanik S. Deyang pilihan tepat memimpin BGN dan mengapresiasi keputusan Prabowo merombak pimpinan Badan Gizi Nasional.
Indro Warkop merilis lagu "Dan Aku Rindu" untuk mengenang Dono, Kasino, Nanu, dan Rudy Badil. Lagu ini menjadi soundtrack film Warkop DKI: Viralin Dong!.