Jelang Pilkades Sleman, Calon Lurah Mulai Diserang Kampanye Hitam

Ilustrasi. - Antara
15 Desember 2020 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Menjelang pelaksanaan pemilihan lurah (Pilkades) 20 Desember mendatang, black campaign atau kampanye hitam mulai menimpa sejumlah calon. Pemkab Sleman menghimbau agar pelaksanaan pemilihan lurah berjalan fair dan demokratis.

Salah seorang calon lurah di Purwomartani, Kalasan, Semiono mengaku diserang black campaign yang dilakukan oleh calon lurah lainnya. Kampanye hitam tersebut dilancarkan melalui media sosial dan group WhatsApp warga. Pihak lawan menuduh Semiono telah memanipulasi data salah satu ahli waris sehingga hak warisnya hilang. Di dalam selebaran yang muncul di warga Purwomartani disebutkan salah satu calon lurah terlibat atas kecurangan pembagian warisan yang dialami warganya di Dusun Bayen. Kasus ini sudah masuk di PN Sleman dengan nomer perkara 254/Pdt.G/2020/Pnsmn.

Semi menjelaskan, kasus tersebut terjadi saat ia menjabat sebagai Kades Purwomartani. Saat itu, ada sengketa keluarga soal waris. Selaku kepala desa, ia diminta untuk menengahi masalah tersebut. Setelah ada kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh ahli waris, sebagai Kades Purwomartani Semiono beserta dukuh setempat menyatakan ikut mengetahui. Di kemudian hari ternyata muncul gugatan yang menyeretnya sebagai pihak tergugat.

"Tuduhan-tuduhan yang dilancarkan pihak lawan itu tidak benar dan sudah mencemarkan nama baik saya. Perkaranya tidak sesuai fakta hukum karena yang tidak berhak mendapatkan waris tidak termasuk ahli waris. Jadi kabar-kabar bohong itu muncul menjelang pemilihan lurah untuk menjatuhkan nama baik saya," kata Semiono kepada wartawan, Selasa (15/12/2020).

Terbukti, katanya, saat pihak lawan mengajukan kasus tersebut ke PN Sleman hakim memutuskan dalam putusan sela untuk menolak melanjutkan perkara tersebut. Dia berharap agar pemilihan lurah di Purwomartani berjalan demokratis tanpa adanya black campign untuk menjatuhkan salah satu calon. Semi mengaku tidak khawatir dengan kampanye hitam yang menyerang dirinya dengan alasan pengaruhnya tidak akan terlalu signifikan.

"Saya sendiri optimis meraih suara 60 persen dari jumlah pemilih. Cuma ini buat pembelajaran politik bagi masyarakat agar tidak terpancing dengan kabar-kabar yang tidak benar," ucapnya.

Selain masalah tersebut, Semi juga dituduh melakukan penyerobotan lahan di Turusan, Temanggal 2. Dia pun membantah tuduhan tersebut. Sebab selain lokasi tanah yang difoto berbeda, tanah yang dituduhkan tidak bermasalah dan tidak ada sangkut pautnya dengan Semiono. Atas kampanye hitam yang dideranya, Ia pun melayangkan somasi kepada kubu lawannya agar meminta maaf dan meluruskan black campign yang dilakukan.

Jika tidak, Semi akan melaporkan perbuatan pencemaran nama baik tersebut kepihak kepolisian. Pada Pilur 2020, terdapat tiga nama yang bersaing di Purwomartani yakni Semiono, Suhartono, dan Bambang Iswantara. Pemungutan suara akan dilaksanakan pada 20 Desember. "Kami sebenarnya sudah mensomasi pihak lawan untuk meminta maaf dalam waktu 24 jam. Jika tidak ada permintaan maaf, kami akan melaporkan kampanye hitam ini ke pihak kepolisian," ujar kuasa hukum Semiono, Adnan Pambudi.