Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang dan Tanah Longsor di Bantul

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
19 Desember 2020 22:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Bantul dan sekitarnya sejak Jumat (18/12/2020) hingga Sabtu (19/12/2020) menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan tanah longsor di sejumlah titik.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Bantul sampai Sabtu dini hari terdapat empat titik gerakan tanah dan lima pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Manajer Pusdalops BPBD Bantul,  Aka Luk Luk mengatakan dampak hujan terjadi di enam desa yang tersebar di empat kecamatan. Titik pohon tumbang terlaporkan ada di Desa Tirtonirmolo Kasihan; Wonolelo Pleret; Srimartani Piyungan; kemudian Desa Terong dan Jatimulyo di Kecamatan Dlingo.

Sementara gerakan tanah atau longsor terjadi di Desa Bawuran Pleret satu titik, Jatimulyo Dlingo satu titik, dan Srimartani Piyungan sebanyak dua titik. "Tidak ada korban jiwa.  Satu rumah terlaporkan mengalami rusak ringan," kata Aka. Sementara kerugian ditaksir mencapai Rp500.000.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Piyungan Roy Robert Edison Bonai mengatakan, selain di Desa Srimartani, di wilayahnya juga sempat terjadi tanah longsor yang ada di dusun Plesedan, Desa Srimulyo. Longsor sempat menutup separuh Jalan Jogja-Wonosari.

"Tapi sudah teratasi.  Jumat malam Jogja-Wonosari sudah bisa dilalui dua jalur," kata Roy. Adapun pohon tumbang terjadi di Mojosari,  Desa Srimartani,  yakni pohon jati dengan diameter  25 sentimeter.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim)  Mlati, (BMKG) Jogja, Reni Kraningtyas pada Oktober lalu sudah memprediksi bahwa curah hujan di Bantul bertambah 20 hingga 40 persen karena musim hujan tahun ini disertai dampak La Nina. 

Reni juga memprediksi fenomena La Nina akan terjadi sampai sampai Maret tahun depan. “Dengan adanya fenomena La Nina yang berbarengan dengan masuknya musim hujan, kita harus antisipasi sedini mungkin dari dampak curah hujan tinggi. Apalagi daerah Bantul wilayah hilir. Dengan curah hujan tinggi tentunya, potensi terjadi bencana hidrometeorologi di Bantul cukup signifikan,” kata Reni.