Subardi Kecam Kasus Pungli Food Truck di Alun-Alun Kidul Jogja
Dugaan pungli dialami food truck Bolosego di Alkid Jogja. Subardi menyoroti kasus tersebut, sementara Polresta Yogyakarta melakukan pendalaman.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN- Warga terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo masih menunggu pencairan dana ganti kerugian. Selain untuk membeli lahan pengganti, dana ganti kerugian akibat pembangunan jalan tol tersebut akan digunakan untuk kepentingan lainnya.
Okto Gunawan, warga Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan mengatakan hingga kini dana ganti kerugian belum diterima. Meskipun begitu, dia sudah merencanakan penggunaan dana tersebut. "Kalau untuk buka usaha masih belum tahu. Mungkin untuk nutup hutang-hutang saja dari pada pusing mikir cicilan," ujarnya, Senin (21/12/2020).
Hal itu dilakukan, kata Okto karena bangunan homestay (persis di batas terluar area pembangunan tol) miliknya tidak termasuk bangunan yang menerima ganti kerugian. Meskipun awalnya Okto sudah mengajukan agar bangunan homestay yang menjadi sumber penghasilannya dapat kompensasi, ia berharap pengajuan tanah sisa miliknya dapat dipenuhi oleh Satker.
"Ya semoga semua berkah saja dan tetap diberi jalan yang terbaik oleh Tuhan. Ikhtiar sudah saya jalankan semua sekarang berusaha ikhlas 100 persen sambil menunggu hasil pengajuan tanah sisa semoga hasilnya nanti menjadi "obat" buat kami," harap Okto.
Dukuh Kadirojo 2 Petrus Budi Santosa mengatakan hingga kini dana ganti kerugian belum dicairkan. Di dusun ini terdapat 80 bidang terdampak. Mayoritas lahan sawah. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, untuk tahap awal pencairan dana ganti kerugian akan diberikan bagi 50 pemilik bidang untuk warga Temanggal 2. "Untuk Kadirojo 2 kemungkinan pada Januari. Saya selalu komunikasikan ke warga terdampak," katanya.
BACA JUGA: Sekretaris Disdikpora Bantul Meninggal karena Covid-19
Sementara Dukuh Temanggal 2 Purwomartani, Ngadiyono mengatakan jika sampai pekan ketiga dana ganti kerugian bagi warga terdampak belum diterima. Di dusun tersebut terdapat 193 bidang yang terdampak jalan tol. Sebagian besar bidang terdampak berupa lahan sawah hanya sedikit saja yang berupa bangunan. "Kalau dananya sudah cair, kebanyakan warga akan mencari lahan pengganti. Akan dibelikan tanah lagi," kata Ngadiyono.
Anto, warga Temanggal 2, Purwomartani mengaku dana ganti kerugian tersebut akan digunakan untuk mencari lahan pengganti. Sebab tanah dan bangunan rumah miliknya semuanya terkena dampak pembangunan jalan tol. "Saya tidak hanya memikirkan itu, tetapi keberlangsungan usaha ayam goreng. Kebetulan, rumah itu sekaligus menjadi kantor untuk usaha," katanya.
Anto mengatakan, bisnis yang dia jalani juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan menjadikan mereka sebagai mitra atau penyuplai bahan baku ayam. "Nasib mereka nanti seperti apa kalau saya pindah jauh dari sini. Saya sudah kadung nyaman di sini. Tapi bagaimana lagi kami juga diminta mendukung program strategis pemerintah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan pungli dialami food truck Bolosego di Alkid Jogja. Subardi menyoroti kasus tersebut, sementara Polresta Yogyakarta melakukan pendalaman.
Veda Ega Pratama menapaki karier Moto3 dari Gunungkidul. Podium GP Brasil dan dukungan keluarga menjadi bagian penting perjalanannya.
Olimpiade Akuntansi UGM 2026 digelar di Sekolah Vokasi UGM, menghadirkan talkshow profesional dan penghargaan bagi para pemenang.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian stagnan pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Juventus bermain imbang 1-1 melawan Cagliari pada pekan keenam Liga Italia 2026/27. Gol Randal Kolo Muani menyelamatkan Bianconeri.
IHSG berpeluang menguat pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak level support-resistance serta rekomendasi saham EMAS, KLBF, PACK, dan DOOH dari BRIDS.