Anggota DPRD Kulonprogo yang Terpapar Covid-19 Tambah Jadi 6 Orang

Ilustrasi. - Freepik
21 Desember 2020 14:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Anggota DPRD Kulonprogo yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi enam orang.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan berdasarkan laporan dari seluruh fraksi, total ada enam anggota dewan yang terpapar virus, atau bertambah tiga orang sejak kasus pertama ditemukan pekan lalu.

Sebelumnya tiga anggota dewan yang dinyatakan positif yaitu Sumardi dari Fraksi Gerindra, Keksi Wuryaningsih dari Fraksi PDIP, dan Budi Hutomo Putro dari Fraksi PAN.

Adapun tiga anggota yang baru-baru ini dilaporkan terinfeksi adalah Lajiyo Yok Mulyono, wakil ketua II DPRD Kulonprogo dari fraksi Gerindra; Sendy Yulistya dari fraksi Gerindra; dan Sasmito Hadi, fraksi Golkar.

Penambahan ini telah disampaikan kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo. Gugus tugas sudah melakukan tracing kepada seluruh staf fraksi yang melakukan kontak erat dengan kasus tersebut.

"Sedangkan untuk anggota DPRD lainnya sudah diminta untuk melakukan tes swab secara mandiri," ujar Akhid, Senin (21/12/2020).

Akhid mengatakan temuan kasus Covid-19 di lingkungan DPRD Kulonprogo tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja dewan. Rapat kerja masih terus berjalan hanya saja pelaksanaannya dilakukan secara virtual.

"Kami masih yakin tugas dan target yang ditetapkan tahun ini tetap bisa terwujud Semuanya [anggota dewan] sepakat untuk tetap berjalan dalam pembahasan tugas," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan telah melakukan tindak lanjut atas kasus di DPRD Kulonprogo. Tracing terhadap kontak erat kasus sudah dilakukan dan masih menunggu hasilnya.

Fajar juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dewan yang sudah kooperatif dan bersedia melakukan swab mandiri sebagai upaya percepatan penemuan kasus baru.

"Kami juga imbau kepada rekan-rekan di DPRD untuk hati-hati terutama di lingkungan keluarga karena perkembangan tracing kemungkinan juga bisa sampai ke keluarga, jadi jangan keluar rumah dulu dan melakukan isolasi mandiri," ujarnya.