Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Tol Jogja-Bawen di wilayah DIY akan memakai Selokan Mataram. Lahan 500 meter di sisi kiri dan kanan Selokan Mataram bakal menjadi koridor terdampak jalan bebas hambatan ini. Tujuh desa dilewati tol ini.
Pemda DIY menyerahkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) Tol Jogja-Bawen wilayah DIY kepada Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kantor Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Selasa (22/12/2020).
BACA JUGA: Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Diserahkan Maret 2021, Pembangunan Dimulai Agustus
Kepala Dispertaru DIY, Krido Suprayitno, menuturkan Tol Jogja-Bawen wilayah DIY sepanjang 8,5 kilometer (km), dengan luas pembebasan lahan kurang-lebih 49,65 hektare (ha). “Jumlah bidangnya ancer-ancer sudah kelihatan di konsultasi publik sebanyak 915 bidang,” ujarnya.
Sebagian tol akan melintasi Selokan Mataram. Meski demikian ia memastikan keberadaan tol tidak akan mengganggu fungsi selokan.
“2021 kami bergerak cepat susun pengkajian dan pengendalian terhadap pengaruh exit toll khususnya terhadap Selokan Mataram,” katanya.
Pelestarian fungsi Selokan Mataram, kata dia, harus terjamin baik secara teknis dan pemanfaatan. Jaminan ini akan tercantum dalam DED. “Koridor terdampak Selokan Mataram 500 meter ke kanan 500 meter ke kiri,” ungkapnya.
BACA JUGA: IPL Resmi Diserahkan, 915 Bidang Lahan di 3 Kecamatan Terkena Tol Jogja-Bawen
Dengan 952 warga terdampak, lokasi tol ini akan melewati 28 dusun, tujuh desa, tiga kecamatan, yakni Tempel, Seyegan, dan Sleman. Tujuh desa yang dilewati Tol Jogja-Bawen adalah Banyurejo, Tambakrejo, dan Sumberrejo (Tempel), Margokaton, Margodadi, dan Margomulyo (Seyegan), serta Tirtoadi (Mlati).
Tol ini akan memengaruhi fungsi jalan kabupaten, jalan desa dan jalan lingkungan, dengan satu exit toll dan simpang susun berada di Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel.
Sekitar 75-78% jalan tol ini melayang (elevated), dengan sejumlah titik at grade (di permukaan tanah). Penentuan titik elevated dan at grade tercantum dalam detail engineering design (DED), yang saat ini masih dalam proses finalisasi.
Keberadaan jalan tol ini diharapkan memberi dampak multiplier effect sehingga DIY memiliki peluang investasi. “Pertumbuhan di sektor barat laut sebagai pintu gerbang Joglosemar [Jogja-Solo Semarang] di DIY, terlebih lagi nanti adanya Bedah Menoreh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Mengusung tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, peringatan tahun ini menegaskan perjalanan UT sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan ja
ebanyak 1.005 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) mengikuti kegiatan Maba
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Prabowo menginstruksikan pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda. Sebanyak 11 kapal dikerahkan.