Gereja di Sleman Natalan secara Online

Ilustrasi. - Freepik
23 Desember 2020 19:57 WIB Hey Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Demi mengantisipasi lahirnya klaster baru, sejumlah gereja di Sleman memutuskan untuk menggelar peribadatan Natal secara daring. Sejumlah agenda tahunan yang biasanya diselenggarakan saat Natal juga ditiadakan.

Salah satunya Gereja Katolik Santo Petrus di Dusun Warak, Desa Sumberadi, Kapanewon Mlati, Sleman. Beberapa deret bangku sudah tertata. Dekorasi khas Natal memang sudah terpasang. Hanya saja, lebih sederhana, tak semeriah tahun-tahun sebelumnya.

Berbicara selaku Ketua Panitia Natal, Cyrillus Riyawan mengatakan, situasi pandemi Covid - 19 yang masih merebak mau tak mau perlu mendapat perhatian. Aktivitas peribadatan, untuk sementar digelar tanpa mengundang kerumunan.

Mulanya, panitia telah merencanakan akan menggelar misa sebanyak enam kali selama tiga hari, yakni tanggal 23 sampai 25 Desember 2020. Tiap harinya ada dua kali misa. Ryawan juga menuturkan, kapasitas gereja yang mencapai 500 orang pun juga ikut dibatasi. Panitia hanya menyediakan kuota sebanyak 150 orang saja dengan pertimbangan menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Melihat perkembangan yang ada, tim Satgas Paroki menyatakan, demi keamanan dan keselamatan bersama, maka pelaksanaan misa yang awalnya enam kali itu menjadi dua kali saja, tanggal 24 dan 25 Desember dengan hanya dihadiri oleh petugas,” kata Ryawan kepada Harianjogja.com, Rabu (23/12/2020).

Sebagai gantinya, panitia menyediakan layanan live streaming kepada agar jemaat tetap bisa mengikuti pelaksanaan misa, meskipun tanpa harus datang ke gereja. Jadi, misa hanya dilaksanakan sebanyak 4 kali.

Tiap perayaan Natal, lanjut Ryawan Gereja Katolik Santo Petrus punya tradisi tahunan di luar peribadatan, yakni Jajan Pasar. Warga setempat dari lintas iman diundang untuk ikut merasakan suasana Natal. Masing-masing jemaat membawa jajanan dari rumah, lalu dikumpulkan menjadi satu untuk kemudian dinikmati bersama-sama.

Sayangnya, agenda itu terpaksa ditiadakan lantaran situasi pandemi Covid-19 belum menujukkan penurunan. “Karena itu [Jajan Pasar] mengundang kerumunan, untuk sementara kami tiadakan,” ujar Ryawan.

Sementara itu, Gereja Kristen Indonesia [GKI] Gejayan turut melakukan hal yang sama. Prosesi kebaktian pada perayaan Natal dilangsungkan secara daring maupun luring.

“Khusus tanggal 25 Desember, kami menggelar kebaktian secara on site. Hanya 150 jemaat saja yang datang. Mereka adalah jemaat yang sudah terdaftar. Data-datanya sudah tersimpan. Sehingga, jika nanti terjadi sesuatu kita sudah siap,” ujar Esaol Agustriawan, Tim Gereja dan Masyarakat [Germas] GKI Gejayan kepada Harian Jogja, Rabu (23/12).

GKI Gejayan punya agenda tahunan saat Natal. Mereka menggelar open house dengan mengundang kelompok lintas iman, pejabat setempat dan masyarakat. Sayangnya, GKI Gejayan harus rela meniadakannya lantatan Covid - 19 yang masih merebak.

Tetapi, ujar Esaol, tak sedikit dari teman-teman lintas iman yang justru berinisiatif untuk bertemu secara virtual. Natal tetap bisa dirayakan bersama meskipun dari jarak jauh. Mereka mengirimkan video berisi ucapan selamat Natal kepada GKI Gejayan.

Menurut Esaol, pandemi punya berkah tersembunyi. Kebaktian, sebagai bagian dari proses peribadatan kini harus dilakukan secara sendirian. Tak bertemu, apalagi saling bertatap muka antar jemaat. Kondisi itu, katanya mengingatkan kembali esensi ibadah sebagai cara untuk penghayatan batin.

Sebelumnya, Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar mengimbau, pelaksanaan ibadah Natal baiknya dilakukan secara virtual. Meski demikian, pelaksanaan ibadah tatap muka pun tak dilarang. Asalkan, mematuhi ketentuan jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Ia juga menambahkan, jajarannya juga akan melakukan pengamanan kepada gereja yang menggelar ibadah tatap muka. “Pengamanan 45 lokasi gereja akan kita lakukan kalau memang gereja tersebut ada tatap muka dengan kapasitas yang dibatasi. Tapi pada umumnya masih daring, walaupun masih ada langsung. Tetap kami amankan gereja tersebut,” ujarnya Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Progo 2020 di Markas Polda DIY, Senin (21/12/2020).