Sleman Belum Putuskan Minggu Tenang Covid-19 Pasca Libur Nataru

Ilustrasi. - Freepik
27 Desember 2020 12:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Rencana pemberlakukan minggu tenang Covid-19 pascaliburan akhir tahun belum diputuskan oleh Pemkab Sleman. Meskipun rencana tersebut bertujuan untuk mengendalikan dan menekan angka penyebaran virus corona di Sleman, namun implementasinya dinilai tidak mudah.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan hingga pekan terakhir Desember Pemkab belum memutuskan rencana program Minggu Tenang setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

"Kami belum memutuskan rencana tersebut. Kami akan lakukan evaluasi dulu sebelum kami putuskan,"katanya, Sabtu (26/12/2020).

BACA JUGA : Tekan Penularan, Sleman Wacanakan Minggu Tenang Covid 

Untuk sementara, Sri mengingatkan agar semua pihak tidak menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan. Selama masa pandemi Covid-19 masyarakat diminta tidak mengadakan acara perayaan pesta kembang api, konvoi dan kegiatan lain yang dapat menimbulkan kerumunan.

"Ini untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19. Kami akan lakukan patroli, kalau ada kerumunan akan dibubarkan. Yang melanggar akan diberi sanksi," katanya.

Dia menekankan baik masyarakat maupun wisatawan menerapkan protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Hingga kini, kata Sri, belum ada kejelasan juga terkait berapa jumlah warga Sleman yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Kalaupun nanti ada program vaksinasi, sesuai arahan pemerintah pusat,kami tentu akan prioritaskan dulu bagi para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penananganan Covid-19," katanya.

Terpisah, Sekda Sleman Harda Kiswaya menilai meskipun program Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman dengan Minggu Tenang Covid-19 sangat baik untuk mencegah penyebaran virus Corona namun implementasinya tidak akan mudah.

"Saya tidak mau gemanya saja, yang penting implementasinya. Idenya bagus, tapi implementasinya susah. Bagaimana mengkondisikan ini di masyarakat?" katanya.

Dijelaskan Harda, dalam konteks masyarakat Sleman yang memiliki mobilitas tinggi program Minggu Tenang Covid-19 seperti kebijakan awal pandemi yang dilakukan pemerintah sangat tidak mudah. Sebagai alternatif untuk mencegah penyebaran Covid-19 pasca libur Nataru, lanjut Harda, Pemkab akan melakukan aksi penyemprotan disinfektan.

"Nanti yang melakukan penyemprotan BPBD dan Satgas Covid-19 hingga di wilayah padukuhan,"kata Harda.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengusulkan agar dilakukan kebijakan karantina wilayah atau Minggu Tenang Covid-19 setelah libur Nataru. Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten. Minggu tenang Covid-19 akan diberlakukan setidaknya satu pekan mulai 4 Januari 2021.

"Masa tenang Covid-19 ini setidaknya digelar selama dua kali masa inkubasi maksimal. Kalau tidak bisa 14 hari, setidaknya minimal 10 hari atau dua kali masa inkubasi lima hari," kata Joko.

BACA JUGA : Meroket, Sehari 46 Kasus Corona Ditemukan Hanya di Sleman 

Program tersebut dilakukan, lanjut Joko, untuk menyelamatkan masyarakat dari paparan virus Covid-19. Selama Minggu Tenang Covid, masyarakat yang sehat diminta tinggal di rumah sementara yang terpapar Covid-19 dirawat di faskes darurat dan rumah sakit.

"Ini kembali ke masa awal Covid-19, di mana melakukan karantina selama 10-14 hari dan di lingkungannya dilakukan penyemprotandisinfektan," kata Joko.

Menurut Joko, usulan tersebut tidak terlepas dari naiknya kasus baru Covid-19 setelah libur panjang pada akhir Oktober lalu di mana sejak 14 November lalu terjadi lonjakan kasus Covid baru di Sleman. Di mana sebelum lonjakan kasus baru terjadi setelah 14 hari masa libur panjang akhir Oktober lalu. Dinkes khawatir, kasus serupa bisa kembali terjadi setelah libur Nataru pada pertengahan Januari 2021 sehingga salah satu cara untuk menekan penyebaran kasus baru dengan karantina wilayah.