Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Lonjakan kasus Covid-19 pada akhir tahun mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja membatalkan rencana pembelajaran tatap muka yang sedianya dimulai kembali pada Januari mendatang.
Mobilitas warga yang akan meningkat saat sekolah tatap muka dimulai, jadi salah satu pertimbangan ditundanya pembelajaran offline.
Kepastian penundaan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Budi Asrori. Ditururkan Budi, di tahun ajaran baru 2021 masih akan memberlakukan pembelajaran jarak jauh, mengingat perkembangan kasus saat ini yang dinilai masih tinggi.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Terus Naik, Pemda DIY Pertimbangkan Opsi PSBB
"Iya [pembelajaran jarak jauh], wong kondisi kaya gini kok pembelajaran tatap muka. Masih tinggi kaya gini kok, kasusnya masih banyak. Terlalu berisiko kalau diadakan tatap muka, yang jelas tetap mengutamakan keselamatan kesehatan anak, murid, siswa, guru, karyawan dan orang tua," terangnya pada Senin (28/12/2020).
Mobilitas warga sekolah, dari mulai murid, orang tua, guru serta karyawan bisa meningkat jika sekolah dibuka. Padahal sebaran kasus masih tinggi saat ini. "Karena sekolah dibuka pagi yang pergerakan manusia sangat banyak. Guru, karyawan, siswa se-Kota aja sama dengan SMA dan SMK 100.000 lebih [muridnya], belum gurunya, terus yang nganter belum nanti pulangnya," tegasnya.
Persiapan sarana prasarana prokes sebenarnya telah disiapkan, apabila pembelajaran tatap muka semua digelar. Budi mengatakan juga sudah berkoordinasi dengan gugus tugas di tingkat kota maupun kemantren, termasuk menyiapkan daftar periksa sekolah, syarat-syarat tatap muka sekolah telah disiapkan regulasinya.
Selama kurang lebih 10 bulan berlangsung, Budi mengevaluasi ada catatan pada materi pembelajaran yang harus disesuikan dengan situasi yang ada.
Berdasarkan pengamatan Budi, capaian kurikulum pun masih dapat dijangkau kendati pembelajaran dilakukan daring. "Kalau kemarin kan sudah kita sampaikan, kuramg lebih 70-75 persen yang disampaikan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Kalau kita kan sudah namanya kurikulum adaftif yang disederhanakan atau disesuaikan dengan konsisi yang ada. Kalau target kurikulum tercapai dengan sesuai kondisi yang ada," tukasnya.
Sebelumnya Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menyebutkan jika pembelajaran tatap muka yang rencananya akan mulai dibuka Januari. Dengan catatan, bergantung pada perkembangan kasus Covid-19 di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.