OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pendidikan [Disdik] Sleman belum akan menyelenggarakan sekolah tatap muka pada Januari 2021 menyusul masih tingginya jumlah kasus positif Covid - 19.
“Jadi, di awal semester besok pembelajaran masih daring. Untuk pembelajaran tatap muka, kita masih menunggu kebijakan. Kalau kondisinya sudah memungkinkan, baru akan dilaksanakan,” ujar Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (28/12/2020).
Ery menilai tingginya jumlah kasus Covid - 19 di Sleman masih cukup mengkhawatirkan. Sangat berisiko andai pemerintah daerah menyelenggarakan sekolah tatap dalam kondisi demikian.
Ery belum dapat memastikan kapan tepatnya sekolah tatap muka mulai digelar. Hal itu, katanya bergantung dari hasil evaluasi pengendalian tanggap darurat Covid - 19 yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Bisa pertengahan bulan Februari. Bisa juga bulan Maret. Tergantung situasi dan kondisi,” katanya.
BACA JUGA: BMKG Prediksi Jogja Dilanda Cuaca Ekstrem Jelang Tahun Baru
Meski demikian, Ery mengklaim sekolah-sekolah sudah siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah sudah diminta untuk menyusun skenario pembelajaran yang memenuhi protokol kesehatan.
Selain itu, sebelum benar-benar menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah juga harus terlebih dulu mengantongi dukungan dari orang tua siswa. “Kalau orang tua siswa tidak setuju, kita tak bisa memaksa. Jadi, istilahnya tidak wajib [sekolah tatap muka],” ujarnya.
Sekolah tatap muka, tambahnya, juga tidak akan langsung dilaksanakan secara penuh. Bagi siswa yang belum diizinkan orang tuanya, pihak sekolah masih memfasilitasi pembelajaran daring. Kegiatan ekstrakurikuler pun juga belum akan dijalankan, terutama yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina