Operasional Rumah Singgah Teratai RSUD Wates Dihentikan

Ilustrasi. - Freepik
02 Januari 2021 06:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Rumah Singgah Teratai (RST) di kompleks RSUD Wates, kini tak lagi difungsikan sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19. Terhitung mulai Jumat (1/1/12) operasional RST disetop oleh Pemkab Kulonprogo.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan penghentian operasional RST merupakan tindak lanjut atas keluarnya Perbup No.78/2020 tentang Perubahan Perbup No.48/2020 tentang Pedoman Penanganan Covid-19.

Di dalam revisi perbup yang mengacu pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi ke-5 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan disebutkan pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Sehingga aset di RST kembali diserahkan kepada RSUD Wates, seluruh pegawai yang bertugas di sana juga diberhentikan sesuai kontrak, dan pasien yang masih menjalani perawatan telah dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Sri kepada wartawan, Kamis (31/12/2020).

Sri mengatakan sebelum penghentian diberlakukan, RST sudah tidak menerima pasien sejak 21 Desember 2020. Seluruh penderita Covid-19 yang terkonfirmasi positif di tanggal itu diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah atau selter yang disediakan kalurahan dan kapanewon.

Sedangkan pasien yang pada 21 Desember masih menjalani perawatan tetap diizinkan melanjutkan proses isolasi sampai dengan 31 Desember. Setelahnya, pasien dipulangkan untuk menjalani isolasi di rumah. "Dalam proses itu [isolasi di rumah] mereka tetap dipantau oleh puskesmas dan gugus tugas tingkat kapanewon dan kalurahan," ujar Sri.

RST pertama kali difungsikan sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan pada pertengahan Agustus 2020 lalu. Pengoperasian bangunan yang sedianya digunakan sebagai asrama dokter dan perawat RSUD Wates ini merupakan tindak lanjut dari bertambahnya penderita Covid-19 di Bumi Menoreh kala itu.