Advertisement

Kerja di Kapal Penangkap Ikan Asal Taiwan, Warga Gunungkidul Meninggal Dunia 

David Kurniawan
Selasa, 05 Januari 2021 - 14:37 WIB
Bhekti Suryani
Kerja di Kapal Penangkap Ikan Asal Taiwan, Warga Gunungkidul Meninggal Dunia  Ilustrasi mayat - Ist/Okezone

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUGKIDUL– Sunakip, 26, asal Dusun Temuiren II, Girisuko, Panggang dikabarkan meninggal dunia saat menjadi anak buah kapal (ABK) penangkap ikan di Taiwan. Keluarga pun berharap jasad dari Sunakip bisa dibawa pulang ke kampung halamannya.

Kepala Dusun Temuireng II, Arif Apriyanto mengatakan, pihak keluarga sudah mengetahui kabar meninggalnya Sunakip pada Senin (4/1/2021) petang. Kabar duka ini diterima melalui pihak SMK Negeri I Tanjungsari yang disusul informasi dari perusahaan tempat Sunakip bekerja. “Kabarnya sudah ada, tapi untuk penyebab meningga belum diketahui secara pasti,” kata Arif saat dihubungi awak media, Selasa (5/1/2021).

Menurut dia, berdasarkan keterangan dari keluarga, penyebab kematian dikarenakan sakit. Sunakip sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak terselamatkan. “Mereka yang di Taiwan belum bisa menyatakan kematian. Nanti setelah hasil autopsi keluar akan diberitahukan penyebab kematiannya,” tuturnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA: 26.800 Vaksin Covid-19 Sudah Tiba di Jogja

Almarhum Sunakip merupakan anak kedua dari pasangan Gani dan Wagiyah. Korban menjadi ABK penangkap ikan sejak 16 bulan lalu. Saat itu, ia berangkat bersama Udiantoro dan Edi Susanto, yang juga masih bertetangga. “Keluarga berharap korban bisa dimakamkan di sini (Gunungkidul), dan kedua orang temannya juga dipulangkan,” katanya.

Kepala Sekolah SMK N 1 Tanjungsari Muhammad Ikhsanudin mengakui Sunakip adalah alumni SMK N 1 Tanjungsari. Namun demikian, pihaknya tidak mengetahui keberangkatan korban ke Taiwan. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir tidak merekomendasikan alumninya bekerja di kapal penangkap ikan di Taiwan.

Menurut dia, tidak ada rekomendasi ke Taiwan dikarenakan adanya informasi tentang buruknya pekerja di sana. Pihaknya juga tidak bekerjasama dengan penyalur tenaga kerja ke Taiwan yang memberangkatkan korban. “Kami akan melakukan melakukan penelusuran mendalam berkaitan dengan masalah ini. Apalagi kami juga sudah memberikan catatan hittam untuk pengiriman ke Taiwan,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogjapolitan | 13 hours ago

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Capai Finish Bank Jateng Friendship Run Borobudur Marathon 2022, Ganjar Kain Tenun Ulos

News
| Senin, 26 September 2022, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement