Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Kedelai di rumah produksi tahu dan tempe milik Mamik Sudiyanto di Kapanewon Temon, Kulonprogo, Senin (4/1/2021). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pengusaha tahu dan tempe di Kulonprogo terpaksa mengurangi ukuran produk mereka sebagai upaya menekan biaya produksi di tengah lonjakan harga kedelai.
Salah satunya dilakukan rumah industri pembuatan tahu dan tempe di Kapanewon Temon, Kulonprogo milik Mamik Sudiyanto. Ditemui awak media, Senin (4/1/2021), Mamik mengungkapkan saat ini volume tahu dan tempe buatanya menyusut, dari yang semula satu potongnya 5 cm kekinian jadi 4 cm.
Baca juga: Hari Ini Harga Tahu Tempe Naik 20%
"Ukurannya kami perkecil, tapi harga di pasar masih tetap sama. Ini kami lakukan untuk menyiasati harga kedelai yang terus naik," kata Mamik.
Langkah mengecilkan ukuran produk itu sudah dilakukan Mamik sejak harga kedelai merangkak naik sekitar satu bulan lalu. Kala itu harganya masih normal yakni Rp6.500 per Kg. Namun terus melonjak hingga kini jadi sekitar Rp9.500 per Kg.
Jika langkah mengecilkan ukuran tidak dilakukan, dikhawatirkan usaha keluarga ini bisa kukut. Pasalnya kenaikan harga itu juga telah membuat permintaan konsumen anjlok hingga 30 persen. "Sejak turun anjlok sampai 30 persen," ungkap Mamik.
Baca juga: Anggaran Tersedot Wabah, Pembangunan Jalur Wisata Kepek-Pantai Ngobaran Molor
Rumah industri ini dalam sehari bisa menghabiskan sekitar 82 kg kedelai. Itu meliputi 50 kg untuk pembuatan tahu, 30 kg pembuatan tempe dan sisanya 2 kg untuk pembuatan susu kedelai. "Yang paling berpengaruh itu tahu dan tempe karena bahan baku utamanya 100 persen dari kedelai, sementara untuk produk susu tidak terlalu berpengaruh," ujar pengusaha yang memasarkan produknya di pasar-pasar tradisional di Temon itu.
Di samping mengecilkan ukuran produk, langkah lain yang dilakukan Mamik untuk menekan biaya produksi adalah dengan membatasi waktu produksi. Dari yang awalnya rutin setiap hari, saat ini diberlakukan sistem libur setiap beberapa hari sekali. Mamik juga menghilangkan cap merek di produk tempe buatanya untuk sementara waktu.
"Sebelumnya kan plastik produk kami kasih cap stempel merek sendiri, nah sekarang kami biarkan polosan, biar lebih irit," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.