Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Plang tanda \"check point\" pengawasan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditempatkan di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Kamis (23/4/2020). /ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak
Harianjogja.com, SLEMAN- Keputusan Pemerintah Pusat yang menerapkan PSBB di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari disambut positif oleh Dinas Kesehatan Sleman. Namun usulan tersebut masih akan dikoordinasikan baik dengan Satgas Covid-19 DIY maupun Sleman.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan keputusan pemerintah pusat tersebut masih akan dirapatkan bersama dengan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten. "Kami juga masih menunggu instruksi Gubernur dan rapat koordinasi Satgas Covid-19," katanya kepada Harian Jogja saat dimintai tanggapan terkait rencana PSBB Jawa-Bali, Rabu (6/1/2020).
Baca juga: 4 Pegawai Humas Pemda DIY Positif Covid-19
Menurut Joko, penerapan PSBB yang akan dilakukan hampir mirip dengan konsep minggu tenang yang sebelumnya diusulkan Dinkes Sleman kepada Ketua Satgas Covid-19 Sleman. Namun hingga kini, usulan tersebut masih terus dikaji dan disesuaikan dengan perkembangan Covid-19 di Sleman.
"Sepertinya pak Bupati sudah dapat info lebih dulu tentang rencana PSBB termasuk DIY sehingga penerapan minggu tenang sekalian menunggu keputusan itu," katanya.
Konsep Minggu Tenang Covid-19, lanjut Joko, 11 - 12 dengan rencana PSBB yang dicanangkan pemerintah pusat. Meski demikian, katanya ada sejumlah item yang harus disesuaikan dengan kondisi Sleman. "Kami akan mencermati setiap itemnya, ya kurang lebih 90 persen mirip konsep minggu tenang. Kami senang kalau itu diterapkan," katanya.
Diakuinya, jika PSBB tidak diterapkan maka pemerintah daerah sangat kewalahan melakukan penanganan dan penyebaran kasus positif Covid-19 yang terus melonjak. Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY saja, per Rabu (6/1/2020) terdapat penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 92 kasus. Dengan penambahan kasus ini, maka total kasus pasien yang terkonfirmasi positif di Sleman sebanyak 5.639 kasus.
Baca juga: Masuk Daerah yang Harus Dibatasi, Ini Angka & Data Kasus Covid-19 di Kulonprogo
Mengacu pada data Satgas Covid-19 Sleman per Selasa (5/1/2020), jumlah pasien dengan gejala berat tercatat sebanyak 146 kasus, gejala sedang 106 kasus, gejala ringan 797 kasus dan asiptomatik 4.498 kasus. Adapun pasien sembuh bertambah 39 kasus sehingga jumlah pasien sembuh saat ini tercatat sebanyak 4.467 kasus. Meski begitu, jumlah pasien yang meninggal dunia di Sleman mencapai 102 kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
PP Nomor 26 Tahun 2026 membuka peluang PPPK dosen menjadi PNS. Cek syarat, kriteria, dan tiga tahap seleksi yang harus dilalui.
Timnas voli putri Indonesia hadapi AVC 2026 tanpa Megawati. Khanza/Arsela isi opposite. Target enam besar. Lawan Kazakhstan, Thailand, Australia.
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
NCT 127 kembali konser di Jakarta pada 3 Oktober 2026. Tiket General Sale mulai Rp1,35 juta hingga Rp3,5 juta.
Gempa magnitudo 3,5 di Bantul menyebabkan dua rumah warga di Sorosutan, Kota Jogja, mengalami retak pada bagian tembok ruang tamu.