Masuk Daerah yang Harus Dibatasi, Ini Angka & Data Kasus Covid-19 di Kulonprogo

Ilustrasi. - Freepik
06 Januari 2021 19:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo masih menunggu instruksi dari Pemda DIY terkait keputusan pemerintah pusat menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi sejumlah daerah di Jawa-Bali yang salah satunya adalah Kulonprogo.

"Mohon maaf kami belum mendapatkan informasi resmi dan arahan lebih lanjut dari satgas pusat ataupun gugus tugas DIY. Saat ini kami masih menunggu instruksi gubernur berkaitan dengan hal itu," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati kepada awak media Rabu (6/1/2021) sore.

BACA JUGA: Sepertiga Penyintas Covid-19 Masih Punya Masalah Neurologis

Kulonprogo masuk daftar daerah di Jawa-Bali yang diinstruksikan menerapkan PSBB oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). PSBB ini diterapkan pada 11-25 Januari 2021.

Kulonprogo dan daerah-daerah lain yang masuk daftar tersebut diminta memberlakukan PSBB karena memenuhi salah satu atau lebih syarat dari empat parameter yang ditetapkan.

Parameter itu meliputi tingkat kematian di atas rata-rata nasional, atau 3%; tingkat kesembuhan di bawah nasional, yakni 82%; Kasus aktif di bawah nasional sekitar 14% dan keterisian rumah sakit untuk ICU dan isolasi di atas 70%.

Adapun di Kulonprogo untuk saat ini
tingkat kesembuhannya 72,1%; kasus aktif mencapai 25,6% dan tingkat kematian sekitar 1,7 persen. Sementara untuk keterisian rumah sakit rujukan belum diketahui data pastinya.

Merujuk data gugus tugas setempat, akumulasi penderita Covid-19 di Kulonprogo pada Rabu (6/1/2021) sore mencapai 1.120 kasus. Dari jumlah itu 519 dinyatakan sembuh, 289 selesai isolasi; 275 masih menjalani isolasi mandiri, 18 isolasi di rumah sakit dan 19 meninggal dunia.