Pengelolaan Sampah Masih Jadi Masalah di Kawasan Pesisir

Ilustrasi wisatawan bermain air di pantai di Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
07 Januari 2021 05:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelaku wisata di kawasan pantai mengeluh tidak adanya lokasi pembuangan sampah yang repesentatif. Ketiadaan fasilitas ini dinilai bisa berdampak terhadap citra wisata di masyarakat.

Salah satu keluhan di suarakan oleh anggota kelompok sadar wisata di Pantai Poktunggal, Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Suyitno. Menurut dia, permasalahan sampah sudah mulai terlihat sejak 2014 lalu, namun hingga sekarang belum ada solusi sehingga sampah masih sering terlihat berceceran di kawasan pantai.

“Ini harus diatasi karena bisa berpengaruh terhadap citra pariwisata, khususnya di kawasan pantai,” katanya, Rabu (6/1/2020).

Dia mencontohkan, dari Pantai Somandeng hingga Poktunggal sampah hingga saat ini dibuang sendiri-sendiri. Pada awalnya, ada kelompok yang mengelola dengan menyewa lahan untuk lokasi pembuangan. Hanya saja, sambung Yitno, lahan tersebut telah habis masa kontraknya dan tidak diperpanjang lagi.

Baca juga: Masuk Daerah yang Harus Dibatasi, Ini Angka & Data Kasus Covid-19 di Kulonprogo

“Dampaknya sampah dibuang sendiri-sendiri,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan ini, pelaku usaha sudah berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata maupun Dinas Lingkungan Hidup. Hanya saja, belum ada solusi terkait dengan permasalahan ini. “Harapannya ada langkah nyata untuk mengatasi persoalan sampah sehingga tidak menjadi masalah kelak di kemudian hari,” katanya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto saat dikonfirmas tidak menampik adanya masalah persoalan sampah di kawasan pesisir. Malahan, sambung dia, ada kabar di media sosial yang mempersoalkan masalah sampah di Pantai Slili. “Kami akan tangani masalah sampah ini,” kata Aris.

Menurut dia, untuk mengatasi persoalan sampah sudah merencanakan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari. Langkah dari pembangunan ini sudah melakukan pembebasan lahan seluas lima hektare.

Meski demikian, sambung dia, upaya pembangunan belum bisa direalisasikan karena program masih diajukan ke pemerintah pusat. “Sebelum ada tempat pembuangan di pesisir, maka sampah-sampah dari pantai akan dibawa ke TPAS Baleharjo di Kota Wonosari,” katanya.

Baca juga: 4 Pegawai Humas Pemda DIY Positif Covid-19

Aris mengungkapkan, pembuangan di TPAS Baleharjo kurang efektif karena memakan waktu karena jaraknya yang lumayan jauh. “Oleh karenanya untuk efektivitas ada program pembangunan TPS di pesisir. Tujuannya, untuk mempermudah pengelolaan sampah sehingga tidak harus jauh-jauh dibuang ke TPAS di Kota Wonosari,” katanya.