Sepekan, Merapi Luncurkan 19 Kali Lava Pijar

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
08 Januari 2021 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Dalam sepekan terakhir, Gunung Merapi telah meluncurkan setidaknya 19 kali guguran lava pijar dan empat kali awan panas. Aktivitas kegempaan juga meningkat dibanding minggu sebelumnya dan telah terjadi perubahan morfologi area puncak.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, dalam laporan hasil pengamatan Gunung Merapi periode 1-7 Januari, mengatakan guguran lava pijar pertama terjadi pada 4 Januari.

Guguran pertama tersebut terjadi pada pukul 19.50 WIB, dengan amplitude 33 mm dan durasi 60 detik. “Suara guguran terdengar hingga Pos Pemagamatan Gunung Merapi Babadan. Dalam seminggu ini guguran lava pijar teramati sebanyak 19 kali,” ujarnya, Jumat (8/1/2020).

Jarak luncur guguran lava pijar maksimal 800 meter ke arah kali Krasak. Pada minggu ini pula, terjadi luncuran awan panas pertama tepatnya pada 7 Januari sebanyak empat kali, pukul 08.02 WIB, 12.50 WIB, 13.15 WIB dan 14.02 WIB, dengan jarak luncur diperkirakan kuarng dari 1 Km ke arah kali Krasak.

Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya, yakni stasiun Tunggularum, pada 7 januari terhadap 24 Desember 2020 menunjukkan terjadinya perubahan karena aktivitas guguran dan adanya kubah lava baru.

Dalam seminggu ini, aktivitas kegempaan Gunung Merapi tercatat empat kali awan panas guguran, 541 gempa vulkanik dangkal, 2.270 gempa fase banyak, empat kali gempa low frekuensi, 611 gempa guguran, 628 gempa hembusan dan empat gempa tektonik. “Intensitas kegempaan minggu ini lebih tinggi dibanding minggu lalu,” katanya.

Deformasi Gunung Merapiyang dipantau dengan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 15 cm per hari. Dilaporkan pula terjadi penambahan aliran di kali Boyong yang disebabkan hujan dengan intensitas 46 mm per jam selama 75 menit pada 6 januari.

Sementara pada pengamatan Jumat (8/1/2020) pukul 00.00 WIB-18.00 WIB tercatat terjadi 111 gempa guguran, 28 gempa hembusan, 143 gempa fase banyak, 39 gempa vulkanik dangkal dan tiga gempa tektonik jauh. Guguran lava pijar terjadi empat kali antara pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, kemudian guguran lava terjadi lima kali antara pukul 06.00 WIB-12.00 WIB

Dengan aktivitas ini, status Gunung Merapi masih tetap Siaga dengan kawasan rawan bencana 5 Km. masarakat diminta waspada bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.