Sebelum Jatuh, Sriwijaya PK-CLC Telah Menempuh 4 Rute Penerbangan

Sriwijaya Air. - Antarafoto
09 Januari 2021 22:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, sebelumnya telah menempuh empat rute pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat ini memiliki registrasi PK-CLC yang telah mengudara sejak 26 tahun silam.

Berdasarkan data yang terekam oleh flightradar24.com, PK-CLC mengawali penerbangan pada Sabtu (9/1/2021) pagi dengan rute Soekarno Hatta (Jakarta) menuju Supadio (Pontianak) pukul 05.14 WIB nomor penerbangan SJ-185 dan landing pukul 06.52 WIB. Hanya berhenti sekitar 44 menit di Supadio, pesawat ini kembali mengantar penumpang dengan rute Pontianak-Jakarta dengan nomor penerbangan SJ-185 lepas landas pukul 07.37 WIB dan tiba di Soekarno Hatta pukul 08.43 WIB.

BACA JUGA : Beredar Nama 62 Penumpang Pesawat Sriwijaya yang Jatuh

Setibanya di Jakarta, pesawat ini melakukan penerbangan ke Pangkal Pinang dengan nomor penerbangan SJ-72, take off pukul 09.42 WIB. Pada rute ini di keterangan flightradar.com tidak ada status landed atau keterangan mendarat. Cukup misterius, flightradar24 hanya mengcopy penerbangan hingga pukul 10.45 WIB.

Namun Flightradar24 kembali mendeteksi PK-CLC terbang dari Pangkal Pinang menuju Jakarta dengan nomor penerbangan SJ-73, berangkat pukul 11.22 WIB dan mendarat di Jakarta pukul 12.11 WIB. Setibanya di Jakarta, pesawat ini dijadwalkan melakukan penerbangan ke Pontianak pukul 13.40 WIB dengan nomor SJ-182, namun baru bisa terbang pada pukul 14.36 WIB. Kemudian dinyatakan hilang kontak pukul 14.40 WIB atau sekitar empat menit setelah lepas landas. SJ-182 dilaporkan mengalami penurunan ketinggian dari 10.000 kaki menuju 250 kaki hanya dalam waktu semenit.

BACA JUGA : Pesawat Sriwijaya SJ182 Hilang Kontak Setelah Terbang

Menteri Perhubungan Budi Karya memastikan SJ-182 jatuh setelah dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. “Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB, dan kini jatuh di perairan Kepulauan Seribu,” katanya dalam konferensi pers secara daring.