PT Astra International Tbk Bawa Produk UMKM ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra menghadirkan produk unggulan UMKM binaan dari berbagai daerah di Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan u
Pameran Papua Design Weeks./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran Papua Design Weeks menampilkan sedikitnya 20 karya seni dan budaya mahasiswa Papua di Jogja. Pameran yang digelar di Sangkring Art Space, Nitiprayan mulai 10 Januari 2021 sampai 21 Januari 2021 pukul 11.00 sampai 17.00 sore itu juga dilakukan secara virtual.
“Pameran produk seni dan budaya Papua diselenggarakan secara virtual agar dapat diakses publik secara luas tanpa rasa khawatir terhadap ancaman kerumunan di situasi pandemi ini,” kata Elna Febi Astuti, Ketua Pelaksana Pameran, Senin (11/1/2021).
Dikatakan, selaras dengan gagasan awal diselenggarakannya rangkaian kegiatan Papua Design Weeks, agenda pameran semata untuk mengungkap eksistensi dan kekayaan budaya masing-masing entitas kultural di Tanah Papua. Dan depan ingin menggugah dan meningkatkan jiwa entrepreneur anak muda Papua dalam menciptakan desain produk dan menemukenali peluang media promosi digital di era kemajuan teknologi.Menurut Elna Febi, pameran yang merupakan agenda akhir dari rangkaian kegiatan Papua Design Weeks menyajikan kurang lebih 20 produk seni dan budaya yang dibuat sendiri oleh teman-teman mahasiswa Papua.”Kami membuat ukiran Asmat selama satu Minggu setiap habis belajar secara daring,” kata Jhon Kaisma, salah satu peserta Papua Design Week dari Mappi.
Masing-masing asrama menyuguhkan karya seni dan budaya yang menjadi ciri khas daerah. Produk seni dan budaya khas daerah akan memberikan tambahan pemahaman kepada publik mengenai ikon seni dan budaya otentik dari masing-masing entitas dan suku/marga yang ada di Papua.
Selain itu, dalam pameran ini juga dihadirkan karya seni dan budaya kontemporer yang lahir sebagai manifestasi estetik dan refleksi nilai yang bersifat kritis terhadap sistem ekonomi-sosial-kultural yang melingkupinya. Hal ini menjadi menarik, manakala proses pembuatannya berhasil divisualisasikan sehingga tidak kehilangan roh dan gagasan otentik para empu-nya.
Dengan kata lain, beberapa produk karya seni kontemporer justru telah melampaui anggapan bahwa seni dan budaya hanyalah ekspresi dari tradisi hidup dan masa lalu suatu masyarakat, namun jauh berkembang menjadi harapan dan cita-cita kebudayaan di masa depan.Menurut Elna Febi, merawat kebudayaan beserta entitas-entitas aslinya adalah manifestasi dari semangat mengayomi nilai-nilai kemanusiaan. Maka tidak jarang, nilai-nilai kemanusiaan acapkali ditemui dalam bentuk seni dan budaya yang menjadi buah pikir dari manusia pembuatnya.
Di sisi lain, Melville J Herskovits dan Bronislaw Malinowski secara tegas pernah mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat, sangat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri (cultural-determinism).
“Hal tersebut seolah menegaskan pentingnya peran manusia dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan melalui kebudayaan. Maka, seringkali ungkapan back to nature, back to our original culture, back to structure to get the best our future menjadi lecutan semangat bersama untuk melestarikan kebudayaan,” kata Elna Febi. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra menghadirkan produk unggulan UMKM binaan dari berbagai daerah di Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan u
Jadwal SIM Gunungkidul 16 Oktober 2026, cek lokasi SIM Station Dhaksinarga, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Polda DIY Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIM Keliling, SIM Corner, SKUKP, dan syarat perpanjangan SIM.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Penanganan dan Pencegahan Stunting di Gedung Serbaguna Purwosari.
Jadwal SIM Jogja Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Krisnadi menyoroti dampak penataan Sumbu Filosofi terhadap PAD Jogja, parkir wisata, investasi, dan ekonomi masyarakat.