Desa di Turi Siapkan Barak Pengungsi Merapi

Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
11 Januari 2021 23:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Aktivitas luncuran material Gunung Merapi yang menuju ke arah barat daya membuat dua desa di Kecamatan Turi, yakni Girikerto dan Wonokerto meningkatkan kewaspadaannya dengan menyiapkan barak pengungsian. Tidak hanya barak pengungsian, skema evakuasi juga telah disiapkan oleh masing-masing desa.

Lurah Girikerto Sudibya mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah barak bagi warga untuk ditempati. Barak tersebut tersebar di sejumlah titik di wilayah Girikerto. Jarak barak pengungsian berada dalam radius sekitar 10 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masing-masing barak berkapasitas sekitar 100 orang.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di Bantul Hari Ini Bertambah 95 Orang Sehari

"Barak yang kita siapkan ada empat. Di antaranya, satu barak milik BPBD Kabupaten Sleman yang berada tidak jauh dari balai desa Girikerto, barak pengungsian yang berada di SDN Soprayan dan SDN Somoitan, barak pengungsian di SMPN 3 Girikerto, dan barak pengungsian di balai desa Girikerto, " ujar Sudibya saya diwawancarai di Balai Desa Girikerto, Senin (11/1/2021).

Catatan Pemerintah Desa Girikerto, terdapat tiga dusun yang berpotensi terkena dampak bencana Gunung Merapi berdasarkan skala radius yang mendekati puncak Gunung Merapi. Walaupun, radius tiga dusun tersebut tidak berada dalam radius bahaya yang ditetapkan oleh BPPTKG sejauh lima kilometer.

Tiga dusun tersebut diantaranya Ngandong, Tritis, dan Sidorejo. Ngandong dan Tritis sendiri tergabung dalam satu padukuhan dengan jumlah penduduk sebanyak 771 jiwa. Sedangkan, dusun Sidorejo yang tergabung dalam padukuhan Nganggring dihuni sebanyak 210 jiwa. Sedangkan, kelompok rentan yang berada di desa Girikerto berdasarkan data pemerintah desa sebanyak 424.

"Di masing-masing dusun tersebut kami sudah siapkan titik kumpulnya dimana, siapa penanggungjawab di titik tersebut, bagaimana mereka sampai ke barak pengungsian. Kita berdayakan kendaraan di wilayah dusun tersebut. Kami juga sudah atur alur evakuasi. Jalur untuk naik dan jalur untuk turun, agar tidak terjadi benturan di jalan," terangnya.