Kemenag Sleman Gelar Khitanan Sesuai Protokol Kesehatan

Petugas melaksanakan pengkhitanan anak dalam kegiatan Khitanan Massal yang digelar Kantor Kemenag Sleman, Rabu (13/1/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 Januari 2021 12:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 100 anak dari 17 kapanewon mengikuti kegiatan sunatan massal yang digelar Kantor Kementerian Agama Sleman, Rabu (13/1/2020). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke 75 Kemenag RI.

Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni mengatakan peringatan HAB Kemenag tahun ini mengusung tema “Indonesia Rukun”. Tema tersebut sejalan dengan semangat Nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju.

"Kegiatan khitan massal ini merupakan rangkaian kegiatan HAB ke 75. Kami rutin menggelar ini setiap tahun karena dinanti oleh masyarakat," katanya di sela-sela kegiatan.

Menurut Sa'ban, kegiatan yang digelar di masa pandemi Covid-19 tersebut dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Dari 100 peserta yang dikhitan, panitia membagi dalam dua hari Rabu (13/1/2021) dan Kamis (14/1/2021). Setiap hari peserta yang dikhitan dibagi dalam dua sesi agar tidak menimbulkan kerumunan. Selain itu, peserta yang hadir tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.

Baca juga: Pelaku Usaha di Kota Jogja Taat PTKM, Pelanggar Tetap Kena Teguran

"Sebenarnya target kami hanya 75 anak, tapi karena masyarakat antusias mengikuti khitanan massal ini, kami tambah menjadi 100 anak," ujarnya.

Selain khitanan massal, rangkaian HAB Kemenag juga diisi dengan berbagai kegiatan. Seperti Baksos ke warga yang mengungsi yang dilakukan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kemenag Sleman di Barak Pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan.

Ketua DWP Kemenag Sleman Suastiwi Sa’ban Nuroni menjelaskan saat Baksos tersebut pengungsi menerima paket sembako dan sayur mayur yang sudah disiapkan pengurus DWP. Dia berharap agar kondisi Gunung Merapi segera stabil sehingga warga yang mengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dan kembali hidup dengan tenang.

Baca jugal: Pulihkan Ekonomi, Pemkab Bantul Percepat Belanja

"Kami menyasar warga Glagaharjo yang saat ini berada di barak pengungsian. Kami berharap agar para pengungsi tetap berdoa dan meningkatkan ibadah selama berada di pengungsian," jelasnya.