Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI—Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, memastikan proses vakasinasi yang rencananya dilaksanakan Kamis (14/1/2021) batal. Vaksinasi perdana di wilayah DIY baru dilaksanakan di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.
“Gunungkidul mundur dan akan dilaksanakan pada Februari mendatang,” kata Dewi, Rabu (13/1/2021).
BACA JUGA: Guru Honorer 35 Tahun ke Atas Minta Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes
Menurut dia, mundurnya jadwal vaksinasi Covid-19 merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat, karena belum semua daerah menjalankan secara serentak. Selain itu, hingga sekarang vaksin yang dijanjikan juga belum diterima. “Kami serahkan sepenuhnya ke Pusat. Yang jelas, kami siap melaksanakan kapan saja,” katanya.
Dewi mengungkapkan Gunungkidul sudah menyediakan 80 petugas guna menyuntikan vaksin kepada masyarakat. Para petugas ini tersebar di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Gunungkidul.
“Rencananya di awal vaksin diberikan kepada 3.396 tenaga kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
KCIC memprediksi penumpang Whoosh naik 15% saat libur Waisak dan Hari Lahir Pancasila, dengan okupansi mencapai lebih dari 80%.
Fenomena api misterius di Seyegan, Sleman, diduga dipicu gas metana. FT UGM merekomendasikan pemasangan blower dan perbaikan sirkulasi udara.
Blackout Sumatra menjadi sorotan. ITB menilai variabilitas cuaca akibat perubahan iklim menambah tantangan stabilitas sistem listrik modern.
KPP Pratama Bantul menyita tiga kendaraan operasional milik perusahaan dengan tunggakan pajak Rp17 miliar setelah proses penagihan sesuai aturan.
JTT mencatat 149.389 kendaraan melintas GT Cikampek Utama saat libur Idul Adha, naik 32% dibanding kondisi normal.