Gunungkidul Dapat Rp8 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Warga saat bekerja bakti untuk menimbun lantai rumah milik Sukamto yang ambles di Dusun Saban, Karangwuni, Rongkop. Rabu (13/1/2021). /Ist-BPBD.
Harianjogja.com, RONGKOP – Lantai rumah milik Sukamto, 65, di Dusun Saban, Karangwuni, Rongkop ambles sedalam empat meter. Diduga peristiwa ini terjadi karena ada rongga di dalam tanah sehingga memicu terjadinya amblesan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul tidak hanya menyebabkan terjadinya genangan air di Kalurahan Dadapayu, Semanu. Namun juga menyebabkan fenomena sinkhole atau tanah ambles di Dusun Saban, Karangwuni.
BACA JUGA : Diguyur Hujan, Jalan Penghubung Antar Desa di Kokap Ambles
Dikatakannya, sebelum terjadi amblesan, pemilik rumah mendengar suara bergemuruh pada Selasa (12/1) malam. Pada saat itu, juga terjadi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. “Rumahnya belum lama dibangun karena pemilik merupakan warga terdampak pembangunan JJLS,” kata Edy, Rabu (13/1/2021).
Edi menjelaskan, saat pemilik mengecek sumber suara bergemuruh melihat lantai rumah sudah mulai ambles. Keesokan pagi, amblesan semakin meluas karena sampai keluar rumah. Diperkirakan amblesan memiliki panjang empat meter dan lebar empat meter dan dengan kedalaman enam meter. “Pagi tadi [kemarin] sudah mulai ditimbun dengan tanah urug,” katanya.
Pihaknya langsung mengirimkan petugas untuk melakukan pemeriksaan lokasi, melakukan kerja bakti, dan mengirimkan logistik. Edy belum mengetahui penyebab pasti tanah berlubang tersebut, kemungkinan karena perbukitan karst sehingga banyak rongga tanah di sekitar lokasi. “Untuk ke depan belum ada rencana apakah pindah atau bagaimana melihat situasi,” katanya.
BACA JUGA : Rumah Warga Playen Rusak karena Tanah Ambles
Lurah Karangawen, Suparta saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya fenomena tanah ambles di rumah milik Sukamto. Menurut dia, hingga Rabu sore warga masih bekerja bakti untuk menimbun lokasi amblesan. “Untuk kedalaman hampir tiga meter. Sudah ditimbun dengan lima rit tanah urug, tapi belum juga penuh,” katanya.
Suparta menuturkan, tanah amblesan terjadi pada sebuah kamar tidur, sebagian lantai dekat kamar mandiri hingga keluar rumah. Ia mengungkapkan kerja bakti masih akan dilanjutkan karena masih ada lokasi yang berpotensi ambles. Untuk pengecekan dilakukan dengan jara menginjak-injak di sekitar rumah. Meski hanya menduga-duga, namun diharapkan bisa dilakukan antisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
BACA JUGA : Jalan Ambles, Akses Warga Tiga Dusun di Gunungkidul
“Dari suaranya bisa diketahui mana lokasi yang tanahnya padat, mana yang berpotensi ambles. Apalagi di sekitar lokasi juga masih ada suara-suara bergemuruh,” katanya.
Meski rumahnya terjadi amblesan, tapi pemilik belum mengungsi karena di bagian belakan masih bisa dipergunakan. “Belum mengungsi dan masih tinggal di rumah yang dibangun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan Rp8 miliar dari Pemerintah Pusat untuk APBD Perubahan 2026, sementara kebutuhan belanja pegawai masih menjadi perhatian.
Banjir bandang dan longsor di Nepal-China menewaskan 633 orang dan hampir 3.000 masih hilang. Pencarian korban terus dilakukan.
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 30 Agustus 2026, Jogja berkabut pagi dan suhu mencapai 33 derajat Celsius. Simak cuaca Sleman hingga Gunungkidul.
Niatnya cuma beli satu, tapi setelah checkout ternyata pesanan yang sama masuk dua kali. Salah satu transaksi memang ingin dibatalkan, tetapi pembayaran sudah t
Ribuan wisatawan menyaksikan Sabetan Pencak 4 jam di Titik Nol Jogja, penutup Pencak Wisata Budaya 2026 yang mengusung regenerasi silat.