Kepastian Pemberangkatan Transmigran Gunungkidul Tunggu Informasi Kementerian

Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi - dok
15 Januari 2021 18:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Meski demikian, untuk program di kabupaten sudah menyiapkan alokasi anggaran pemberangkatan transmigran.

Kepala Bindang Transmigrasi, Disnakertrans Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, pada saat koordinasi untuk membahas program transmigrasi di 2021. Di awal pembahasan ada informasi terkait dengan alokasi transimgran sebanyak 70 kepala keluarga di seluruh wilayah DIY.

Kuota ini rencananya akan dibagikan ke empat kabupaten dan satu kotamadya di lingkup Pemerintah DIY. Hanya saja, sambung dia, kuota ini menjadi tidak pasti karena adanya surat dari Kementerian Keuangan berkaitan dengan refocusing anggaran di tingkat kementerian.

“Surat refocusing di kementerian turun pada 12 Januari lalu. Jadi, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi harus menindalanjutinya untuk penghematan anggaran,” kata Wahid kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Sultan: Vaksin Covid-19 Aman & Halal, Masyarakat Tak Perlu Ragu

Menurut dia, adanya refocusing di kementerian, maka pemkab menunggu apakah program transmigrasi di tahun ini akan dihapuskan atau tidak. “Ya kami masih menunggu informasi terbaru seperti apa, sehingga jatah yang diberikan di awal belum ada kepastiannya,” ungkapnya.

Meski belum ada kepastian pemberangkatan, Wahid mengakui pihaknya sudah menyiapkan alokasi anggaran untuk pemberangkatan keluarga transmigran. Hanya saja, ia tidak menyebutkan detail anggaran yang disediakan tersebut. “Berhubung masih dalam keadaan pademi, maka anggaran yang sediakan tidak banyak seperti pemberangkatan di 2019 lalu untuk 20 keluarga. Sedangkan tahun ini, jumlahnya cukup untuk memberangkatkan sepuluh kepala keluarga,” katanya.

Ditambahkan dia, minat masyarakat Gunungkidul untuk ikut program transmigrasi lumayan tinggi. Hal ini terlihat dari pendaftar yang jumlahnya lebih banyak ketimbang kuota yang tersedia. “Tahun lalu ada 48 keluarga yang mendaftar, sedangkan kuotanya hanya 15 keluarga. Meski sudah siap, tapi tidak jadi diberangkatkan karena adanya refocusing anggaran untuk corona,” ujarnya.

Baca juga: BKAD Gunungkidul Pastikan Tak Ada Mobil Dinas Baru untuk Bupati Terpilih

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya. Menurut dia, tahun lalu keluarga transmigran tidak jadi berangkat dikarenakan adanya refocusing anggaran untuk penanganan corona. “Dibatalkan sehingga tidak jadi berangkat,” katanya.

Purnama menuturkan, untuk pemberangkatan tahun ini masih menunggu kepastian dari kementerian. “Kami tunggu kebijakannya seperti apa. Kalau tetap memberangkatkan, maka kami siap karena sudah mengalokasikan anggaran untuk transmigrasi di tahun ini,” katanya.