Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi mobil sedan/Bisnis Indonesia-Alby Albahi
Harianjogja.com, WONOSARI – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul memastikan tidak ada kendaraan dinas baru untuk bupati baru hasil Pilkada 2020. Pasalnya, untuk mobil dinas, pengadaan sudah dilakukan di 2019 lalu.
Kepala Bidang Aset, BKAD Gunungkidul, Prihatin Eka Widada mengatakan, untuk alokasi anggaran di 2021 tidak ada program untuk pembelian kendaraan untuk bupati yang baru. Oleh karenanya, pada saat telah resmi menjabat akan menggunakan kendaraan dinas yang sudah ada.
BACA JUGA : Mobil Dinas Mantan Walkot Jogja Herry Zudianto Berkali-kali
Menurut dia, bupati memiliki dua mobil dinas. Satu unit merupakan jenis sedan Toyota Camry yang dibeli di 2015 lalu. Sedangkan satunya, mobil jenis jip yakni Toyota Fortuner yang dibeli di 2019 lalu. “Meski dibeli lebih awal, untuk Toyota Camry malah jarang dipakai. Sebab untuk kendaraan, banyak menggunakan yang jenis jip,” kata Eka kepada Harianjogja.com, Kamis (14/1/2021).
Eka menjelaskan, ada beberapa pertimbangan tidak mengalokasikan anggaran untuk kendaraan bagi bupati baru. Selain kemampuan anggaran yang masih terbatas, kendaraan yang ada saat ini masih sangat memadai.
Ia mengungkapkan, jika mengacu pada proses pemakaian, idealnya penggantian setiap empat tahun sekali. Hanya saja, ketentuan ini tidak bisa menjadi acuan karena pengadaan juga mengacu pada kemampuan keuangan daerah. “Ya kalau belum ada anggaran, maka operasional menggunakan kendaraan yang sudah ada,” ungkapnya.
Disinggung mengenai proses pengadaan kendaraan dinas, Eka mengakui ada usulan program pada saat pembahasan Rencana APBD 2021. Hanya saja, ia belum bisa merinci pasti terkait dengan kepastian pembelian karena belum sempat melihat program yang tertuang dalam perda APBD yang telah disahkan.
BACA JUGA : Sempat Ditolak Sultan, DPRD Bantul Kembali Ajukan
“Saya harus lihat dulu apakah disetujui atau tidak. Yang jelas, salah satu usulan adalah pembelian mobil dinas untuk Ketua DPRD yang seharusnya dibeli di tahun lalu, tapi karena ada corona anggarannya direfocusing,” katanya.
Hasil rekapitulasi KPU Gunungkidul, pasangan nomor urut empat Sunaryanta-Heri Susanto menjadi peraih suara terbanyak dalam pilkada yang diselenggerakan 9 Desember lalu. Meski demikian, KPU belum bisa menetapkan sebagai calon terpilih karena masih menunggu surat keputusan dari Mahkama Konstitusi berkaitan dengan masalah sengketa pilkada.
“Kami masih tunggu. Nanti, kalau suratnya sudah keluar ada waktu lima hari untuk meneapkanny,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.