Sultan: Vaksin Covid-19 Aman & Halal, Masyarakat Tak Perlu Ragu

Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Lugas Subarkah
15 Januari 2021 08:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti program vaksinasi Covid-19 karena pemerintah telah memastikan bahwa vaksin yang digunakan aman dan halal.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengikuti berjalannya kick off vaksinasi ini. Ia berharap seluruh masyarakat yang memenuhi syarat secara sadar saling bantu dan jaga dengan mengikuti vaksinasi sehingga tercipta imunitas di masyarakat untuk menangkal corona. Ia menegaskan jika vaksin ini aman dan halal sehingga masyarakat tidak perlu ragu.

BACA JUGA : Besok, Vaksinasi Tahap Pertama di Kota Jogja

“11 januari BPOM [Balai Pengawas Obat dan Makanan] telah keluarkan izin penggunaan darurat vaksin untuk atasi pandemi covid-19. Vaksin ini dinilai telah penuhi syarat aman, kualitas, kemanjuran 65,3 persen, di atas standar WHO [World Health Organization] 50 persen. Menyusul 8 Januari MUI [Majelis Ulama Indonesia] nyatakan vaksin sinovac halal,” katanya.

Salah satu penerima vaksin pertama di DIY adalah Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Ia mengatakan setelah disuntik tidak ada efek samping, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk mengikuti vaksinasi demi kesehatan bersama.

“Tidak ada rasanya [efek samping], rasanya hanya seperti disuntik biasa, saya memohon kepada masyarakat untuk juga bisa mengikuti vaksin Covid-19 demi kesehatan bersama. Tidak ada rasanya,” ucapnya.

Adapun dosis yang disuntikkan pada penyuntikan pertama yakni sebanyak 0,5 ml. Tak butuh waktu lama, setelah disuntik, orang nomor dua di DIY ini kemudian diarahkan ke tempat tunggu yang telah disediakan. Pasca penyuntikan, orang yang divaksinasi diharuskan menunggu selama 30 menit untuk melihat jika terjadi efek samping.

BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 di Bantul Bakal Dimulai Februari

Sembari menunggu proses ini, penyuntikan dilanjutkan ke tokoh selanjutnya, yakni GKBRAy Adipati Paku Alam X dan Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Selain ketiga tokoh tersebut, vaksinasi dilakukan pada 12 tokoh lainnya yang mewakili unsur pimpinan Pemda DIY, Polri, TNI, Badan Intelejen Negara Daerah (Binda), organisasi profesi, tenaga kesehatan dan tokoh agama.

Keduabelas orang ini meliputi DIY, Irjen Pol Asep Suhendar; Kabinda DIY, Rudi Iskandar; Kasi Pers Korem 072/Pamungkas, Yohanes Yudy Catur Prihartanto; Direktur RSUP dr. Sardjito, Rukmono Siswishanto; Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembayun Setyaningastutie; Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY, Tri Widjaya;

Kemudian Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia Wilayah DIY, Sri Arini Winarti; Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DIY, Fahmy Akbar Idries; Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah DIY, Gita Danu Pranata; Parasada Hindu Dharma Indonesia DIY, Nyoman Warta;  Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) DIY, Ian Pasani; Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) DIY, Yudono Suwondo.

BACA JUGA : Diminta Suntik Vaksin di Istana Bareng Raffi Ahmad, Dokter

Usai vaksinasi, Baskara Aji mengaku tidak merasakan sakit saat proses penyuntikan maupun setelahnya. “Seperti kalau kita disuntik biasa. Ini tadi tidak lama, mungkin karena jarumnya kecil tidak terasa sakit. Setengah jam kami istirahat [setelah penyuntikan], tidak merasakan dampak apa-apa,” ujarnya.

Sehari sebelum vaksinasi, semua tokoh yang akan divaksinasi mengikuti screening dengan wawancara terkait kondisi kesehatan masing-masing. ditanyakan pula apakah memiliki penyakit bawaan, merasakan batuk, demam dan sebagainya. Aji beserta 14 tokoh lainnya dinyatakan memenuhi persyaratan sehingga dilanjutkan untuk vaksinasi.