Vaksinasi Covid-19 di Bantul Bakal Dimulai Februari

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
15 Januari 2021 02:27 WIB Hey Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Kepala Dinas Kesehatan [Dinkes] Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharjo memperkirakan vaksinasi Cvid-19 di wilayah ini baru akan diselenggarakan pada Februari 2021 mendatang. Pasalnya, Kabupaten Bantul bukan termasuk wilayah prioritas alokasi vaksin tahap pertama.

“Untuk tanggal [vaksinasi] saya belum bisa meyebutkan. Ternyata vaksin yang sudah tersedia di provinsi baru akan dialokasikan untuk Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Sementara untuk Bantul mendapatkan alokasi vaksin tahap berikutnya. Kemungkinan, kalau tidak akhir Januari atau awal Februari kita akan memulai vaksinasi di Kabupaten Bantul,” terang Agus, Rabu (13/1/2021).

Agus, sapaannya, juga belum dapat memastikan kuota vaksin yang akan diterima oleh Kabupaten Bantul. Kuota vaksin, katanya akan menyesuaikan alokasi jumlah tenaga kesehatan yang telah terdata dalam aplikasi Sumber Daya Manusia Kesehatan [SDMK].

Kendati belum ada kejelasan, Dinkes Bantul sudah mulai mempersiapkan lokasi dan fasilitas vaksinasi. Rumah Sakit Panembahan Senopati [RSPS] Bantul dipastikan akan menjadi lokasi pemberian vaksin perdana. Sejumlah tokoh publik di Bantul, sebut Agus digadang menjadi penerima vaksin untuk pertama kalinya. Simulasi pemberian vaksin sendiri sudah diselenggarakan di rumah sakit itu pada Rabu (13/1/2021) kemarin.

Simulasi bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan tim vaksinator. “Termasuk alur dan waktu durasi masing-masing meja. Karena harus ada 4 meja yang harus dipakai dalam pemberian vaksin,” ucapnya.

Kepala Bagian Humas RSPS Bantul, Siti Rahayuningsih menjelaskan, simulasi dilakukan semirip mungkin dengan pemberian vaksin sungguhan. Alur dan pembagian kerja tim vaksinator juga sudah disiapkan dan diuji coba.

Siti melanjutkan, penerima vakin akan melewati 4 meja pelayanan, mulai dari registrasi, screening, vaksinasi hingga ruang tunggu. Di ruang tunggu akan diperiksa efek vaksin yang ditumbulkan atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi [KIPI]. “Misal nanti ada gejala meriang atau sebagainya,” ucap Siti.