Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Ova Amelia, mengusulkan agar Pemda DIY memusatkan pelayanan Covid-19 di satu rumah sakit agar penanganan pasien lebih efektif.
“Memfokuskan rumah sakit tertentu yang memang mengelola Covid-19. Pemda DIY menyediakan 27 rumah sakit rujukan untuk Covid-19, dalam upaya memitigasi transmisi, ini menjadi kontra produktif,” katanya, Selasa (19/1/2021).
Ia mencontohkan rumah sakit terpusat ini seperti Wisma Atlet di DKI Jakarta. Dengan konsep tersentral dan manajemen yang ketat. “Yang terjadi sekarang 27 rumah sakit, diminta meningkatkan kapasitasnya, tetapi standard-nya tidak memenuhi syarat yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Pemusatan rumah sakit ini menurutnya tidak bisa dilakukan di RSUP dr. Sardjito, karena rumah sakit ini difungsikan untuk rujukan teratas baik Covid-19 yang berat maupun non covid-19. Menurutnya, rumah sakit yang sesuai untuk dijadikan pusat penanganan covid-19 yakni Hardjolukito dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.
“Dua rumah sakit ini ditunjuk tapi betul-betul didukung oleh pemerintah, dalam arti SDM-nya dikontribusi oleh semua rumah sakit yang ada di DIY, sehingga dua rumah sakit berjalan bukan hanya oleh orang-orang yang hanya jadi stafnya Hardjolukito dan RSA saja. Ada 70 sekian rumah sakit di DIY. yang bisa memobilisir ini pemerintah,” ungkapnya.
Peningkatan kapasitas di 27 rumah sakit juga sebaiknya dievaluasi apakah bisa mengurangi jumlah kematian. Pasien covid-19 yang menunggu antrian untuk masuk ke rumah sakit kata dia, 12 diantaranya meninggal karena tidak segera mendapat pelayanan. “Artinya ada yang tidak bener. Yang kita lihat jumlah kematian tetap, ngomongnya sudah dinaikan kapasitasnya [bed]. Kan berarti ada sesuatu yang harus kita ubah,” katanya.
Menanggapi hal ini, Aji mengatakan pemusatan rumah sakit untuk covid-19 merupakan usulan yang cukup bagus. Namun untuk hal itu, perlu komitmen bersama, bukan hanya ditentukan oleh satu pihak misalnya Dinas Kesehatan saja, tapi rumah sakit yang bersangkutan juga harus punya komitmen yang sama.
“Kalau rumah sakit itu hanya melayani covid-19, dari rumah sakit regular beberapa yang sempat kami ajak bicara masih belum memungkinkan. Sebetulnya ideal seperti Jakarta punya Wisma Atlit. Tapi mereka punya nakes, peralatan lengkap, untuk dipindahkan ke sana. Kita terutama masih kesulitan soal nakes,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Klasemen Super League 2026/2027 usai pekan pertama menempatkan Arema FC di puncak, Persib kedua dan Persija keenam.
Honda BeAT hingga Yamaha NMAX termasuk skutik bekas dengan pasar kuat. Simak kisaran harga dan cara menjaga nilai jualnya.
Huawei Mate XT2 resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro dan harga hingga Rp65,7 juta. Penjualan dimulai 12 September 2026.
Tren baju sekali pakai untuk liburan di China viral. Murah dan praktis, tetapi memicu kekhawatiran soal sampah tekstil.