Di tengah Pandemi Covid-19, Angka Kematian di Bantul Justru Turun

Ilustrasi akta kematian. - Harian Jogja
19 Januari 2021 07:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Di tengah pandemi Covid-19, tingkat kematian di Bantul mengalami penurunan.

Data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul mencatat penurunan angka kematian mencapai 2.238 kasus.

Jumlah itu didapatkan dari adanya penurunan jumlah kematian dari 14.264 kasus pada 2019 menjadi 12.026 kasus pada 2020.

“Untuk penyebabnya sendiri ada berbagai macam. Bisa karena, usia, sakit dan kecelakaan,” kata Kepala Disdukcapil Bantul Bambang Purwadi Nugroho, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Jumlah Bed Pasien Covid-19 di Kota Jogja Bakal Ditambah Jadi 239 Unit

Sementara jika dilihat dari perbandingan sebaran angka kematian per bulan, kata Bambang, pada 2020 justru rata-rata mengalami penurunan. Peningkatan hanya terlihat di bulan Juni dan November.

“Jika pada 2019 bulan Juni ada 827 maka pada bulan yang sama pada 2020 ada 877. Sedangkan November 2019 ada 834 pada bulan yang sama 2020 ada 843,” ungkap Bambang.

Sementara jika mengacu pada laman Corona.bantulkab.go.id, diungkapkan jika hingga 31 Desember 2020 ada 90 kematian karena Covid-19. Dengan jumlah tersebut, artinya tidak ada kontribusi signifikan antara kematian karena Covid-19 dengan total angka kematian di Bantul.

Baca juga: Kunjungan Wisata ke Gunungkidul Anjlok setelah Kebijakan Pembatasan

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharjo mengakui jika tidak ada korelasi antara pandemi Covid-19 dengan peningkatan angka kematian di Bantul. Selain itu, data tersebut menunjukkan jika penanganan Covid-19 juga masih berjalan cukup baik.

“Sejauh ini kan, angka kematian Covid-19 di Bantul, juga di bawah angka kematian nasional,” ucap Agus.