Positif Covid-19, Sri Purnomo Sempat Demam dan Batuk

Bupati Sleman Sri Purnomo. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
21 Januari 2021 19:47 WIB Nina Atmasari Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Bupati Sleman Sri Purnomo terkonfirmasi positif Covid-19, Kamis (21/1/2021). Ia sempat mengalami demam dan batuk ringan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Hardo Kiswoyo menyampaikan bahwa saat ini Sri Purnomo melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati.

“Karena berdasarkan hasil swab antigen yang dilakukan Rabu, 20 Januari 2021 dinyatakan positif dan diulangi dengan test PCR hasilnya juga positif,” katanya, saat menggelar jumpa pers bersama Assekda II, III dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Terpapar Covid-19, Ini Pesan Sri Purnomo kepada Masyarakat

Kemudian hari ini, dilakukan tes  CT Scan Thorax pada Sri Purnomo di rumah sakit dan hasilnya menyatakan bagus dan paru-paru bersih. Kondisi Sri Purnomo juga dalam keadaan baik dan tidak ada gejala apapun.

“Dan kondisi saat ini dalam keadaan baik dan tidak ada gejala apapun, walaupun Rabu malam sempat demam mencapai 37,6 derajat celcius dan batuk ringan,” katanya, berdasarkan pers rilis dari Kabag Humas & Protokol, Shavitri Nurmala Dewi.

Mulai hari ini sampai 14 hari ke depan, Sri Purnomo melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas dan tetap menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan secara daring dari Rumah Dinas Bupati.

Baca juga: Bupati Sleman Sri Purnomo Umumkan Positif Covid-19

Kadinkes Sleman  dr. Joko Hastaryo Kadinkes Sleman menegaskan bahwa kondisi positif Covid-19 Sri Purnomo tidak ada hubungannya dengan pemberian vaksin pada tanggal 14 Januari 2021 bersamaan dengan 10 tokoh Sleman saat launching pelaksanaan vaksin Di Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo tetap akan mendapatkan vaksin tahap kedua sekitar tanggal 28 Januari 2021 (minimal 2 minggu). “Sehingga kalau baru sekali diberikan vaksin belum memberikan efek kekebalan atau pembentukan anti bodi belum memadai sehingga harus diberikan booster/suntikan kedua, yang akan membentuk kekebalan secara optimal,” katanya.

Lebih lanjut Joko menegaskan Bupati kondisinya positif bukan karena divaksin, justru kalau sudah divaksin gejala covid tersebut tidak akan terlalu berat dibanding bila belum divaksin.

Joko menjelaskan karena aktivitas Sri Purnomo yang tinggi dan bertemu dengan banyak tamu-tamu dimungkinkan tertular virus Covid-19 dari aktivitas tersebut. “Saat ini sudah dilakukan tracing terhadap istri dan anak dan hasilnya dinyatakan negative,” katanya.

Pada Jum’at (22/1/2021) akan dilakukan tracing terhadap staf yang melakukan kontak erat dengan Sri Purnomo di lingkup Sekretariat Kabupaten Sleman di Pendopo Parasmya.

Sekda Sleman juga menegaskan juga bahwa program pemberian pemberian vaksin akan tetap berjalan sesuai dengan yang amanat dari Pemerintah Pusat dan diharapkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif untuk mensukseskan program vaksin Covid-19 agar kondisi masyarakat Sleman segera terhindar dari Covid-19 dan terus menjalankan protokol kesehatan secara lebih disiplin.(*)