Mobil PCR Hanya Untuk Kebutuhan Mendesak dan Prioritas

Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
23 Januari 2021 10:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul memastikan memaksimalkan keberadaan mobil polymerase chain reaction (PCR) untuk kebutuhan mendesak.

Hal ini dilakukan dengan memertimbangkan mengenai anggaran yang akan dikeluarkan dan prioritas kebutuhan

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharja mengatakan, keberadaan mobil PCR yang belum lama ini dibeli adalah untuk hal-hal mendesak, seperti pengambilan sampel untuk aparatur sipil negara (ASN) terkait kepastian bekerja, pasien rujukan yang mendesak ditangani dan ibu hamil yang terinfeksi Covid-19.

Sebab, pemeriksaan sampel yang utama tetap di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKLPP) Yogyakarta. Sedangkan, keberadaan mobil PCR hanya membackup kebutuhan mendesak dan prioritas.

“Jika semua sampel diperiksa lewat mobil PCR maka anggaran akan jebol. Bisa dibayangkan sekali periksa spesimen butuh Rp650.000 padahal minimal butuh dua kali pemeriksaan,” kata Agus, Jumat (22/1).

Sementara Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul Trisna Manurung mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah anggaran penanganan Covid-19 yang diambilkan dari Biaya Tidak Terduga (BTT) akan mencukupi atau tidak.

Sebab, sampai saat ini belum ada kejelasan kapan pandemi ini berakhir.

“Saat ini BTT kami ada Rp34 miliar. Per 18 Januari, sudah digunakan Rp6,3 miliar. Perinciannya Rp4,2 miliar untuk Dinkes, Rp1,7 miliar untuk RSUD. Sisanya untuk kegiatan lainnya. Kalau ditanya cukup tidak? Kami belum bisa memastikan, karena kami juga belum tahu sampai kapan pandemi berlangsung,” ucapnya.