Merapi Luncurkan 29 Lava Pijar dalam Sehari, Sekali Awan Panas

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
25 Januari 2021 19:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gunung Merapi luncurkan 29 kali guguran lava pijar pada Senin (25/1/2021) dini hari. Dengan jarak luncur maksimal 800 meter, guguran lava pijar ini mengarah ke barat daya. Guguran ini teramati muncul antara pukul 00.00 WIB-06.00 WIB.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menuturkan pada aktivitas kegempaan, tercatat telah terjadi 30 gempa guguran, 10 gempa hembusan dan dua gempa fase banyak.

Di hari yang sama, pada pukul 17.11 WIB teramati satu guguran awan panas dengan amplitudo 33 mm dan durasi 120 detik. "Awan panas memiliki jarak luncur 1,2 km ke arah barat daya, yakni hulu sungai Krasak dan Boyong, dengan tinggi kolom 400 meter," ujarnya.

BACA JUGA: Kematian Akibat Covid-19 Bertambah 297 Kasus, Jateng Tertinggi

Lava pijar juga teramati pada periode pengamatan Minggu (24/1/2021) antara pukul 18.00 WIB-24.00 WIB, sebanyak 24 kali. Total dalam sehari terjadi 27 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 meter mengarah ke barat daya.

Pada periode pengamatan tersebut, selama 24 jam terjadi 152 gempa guguran, 23 gempa fase banyak, satu gempa vulkanik dangkal dan 33 gempa hembusan. Sedangkan laju deformasi EDM Babadan sebesar 0,4 cm per hari dalam tiga hari.

Dengan aktivitas ini, status Gunung Merapi masih tetap Siaga, dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh 5 km.