Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). /Ist- Dok Humas Pemda DIY\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah merancang Peta Jalan Pendidikan (PJP) sebagai reformasi pendidikan dalam 15 tahun kedepan. Kualitas guru menjadi kunci keberhasilan langkah jangka panjang ini.
Hal ini disampaikan dalam Diskusi Merdeka belajar dan Transformasi Pendidikan di Era Pandemi untuk Mewujudkan DIY Sebagai Pusat Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Terkemuka Asia Tenggara 2025 secara daring, Rabu (27/1/2021).
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menuturkan dalam konteks hari ini, guru bukan lagi berfungsi untuk mengajar kepada murid secara utuh seperti pengertian sebelumnya. “Dulu guru pemberi materi, sekarang belum tentu sepenuhnya. Tidak hanya pola pembelajaran tapi pemahaman guru juga harus berubah,” katanya.
Untuk itu, Pemerintah perlu memberikan pembelajaran training yang lebih intensif kepada guru supaya tumbuh berkembang dan memiliki kemauan terus belajar. “Dengan pemahaman merdeka belajar, bagaimana SDM [sumber daya manusia] guru semakin kualitatif karena keilmuan berkembang dan pola pendekatannya berbeda,” ujarnya.
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Jumeri, menuturkan sentuhan terbesar dalam reformasi pendidikan akan dilakukan pada guru dan pimpinannya, yakni Kepala Sekolah. Sebab itu, pemerintah akan memberi training guru berbasis IT yang akan memberi model pembelajaran baru untuk dapat merangsang peserta didik.
Beberapa hal yang akan dikembangkan pada tahap awal yakni membuat Sekolah Penggerak sebanyak 20%. “Sekolah adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara hholistik dengan mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Diharapkan dapat memberi kemajuan sekolah sekitarnya,” kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Didik Wardaya, mengatakan sekolah penggerak harus mencerminkan sekolah inklusif, sehingga di sekolah itu terjadi pembauran termasuk dengan difabel. “Tapi hal ini perlu didukung kemampuan guru bisa melayani difabel. Di satu sisi mungkin perlu penyediaan guru pendamping khusus utnuk mendampi anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.