Selama Januari, 94 Jenazah Dikuburkan dengan Penanganan Covid-19

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. - Ist/FOTO ANTARA
27 Januari 2021 07:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman mengakui adanya peningkatan kematian yang jenazahnya dimakamkan dengan standar penanganan Covid-19. Selama Januai 2021 ini tim BPBD Sleman menguburkan 94 jenazah.

Terpisah, Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto mengakui jika dalam dua bulan terakhir tingkat kematian di Sleman mengalami peningkatan. Dia mengatakan, berdasarkan data tim pemulasaran BPBD Sleman pada Desember lalu mereka menguburkan setidaknya 101 jenazah. Adapun selama awal Januari hingga 25 Januari, tim memakamkan 94 jenazah.

BACA JUGA : Kasus Kematian Terpapar Covid-19 di Gunungkidul

 "Ini jumlah semuanya yang terdata. Tapi belum semuanya yang dimakamkan itu pasien yang positif Covid-19. Cuma penyelenggaraanya dilakukan sesuai prosedur penanganan Covid-19," katanya.

Menurut Joko, ada beberapa alasan penanganan pemakaman menggunakan prosedur Covid-19. Selain dikarenakan hasil swab pasien tersebut belum keluar, ada juga kekhawatiran warga yang meninggal positif Covid-19 sehingga prosedur pemakaman Covid-19 dilakukan.

 Kondisi tersebut, kata Joko, menyebabkan tim pemulasaran jenazah sempat mengalami kurangan APD. Namun kondisi APD saat ini sudah dinilai aman setelah dilakukan pengadaan.

"Akhir Desember ketersediaan APD sempat menipis. Waktu itu memang belum belanja karena masa peralihan anggaran. Saat ini sudah aman," katanya.

BACA JUGA : Di tengah Pandemi Covid-19, Angka Kematian di Bantul

Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan mengatakan rata-rata kematian pasien dalam sepekan terakhir di RSUP Sardjito tiga kasus per hari. Pasien yang meninggal tersebut tidak hanya berstatus pasien positif Covid-19.

"Itu pasien campur antara  suspek, probable dan positif. Jadi [jenazah] itu yang kami kelola dengan protokol covid, bukan yang positif covid," katanya.