iOS 27 Rilis: iPhone 11 Dapat, tapi Tak Semua Fitur AI
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
Abdul Halim Muslih dan istri, Emi Masruroh, melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Bantul di Dusun Singosaren Wukirsari Bantul, Rabu (9/12/2020)./ Youtube Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul memastikan menghentikan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan Bupati Bantul terpilih Abdul Halim Muslih.
Keputusan ini dilakukan setelah semua orang yang sempat kontak erat, hasil tes swab PCR dinyatakan negatif.
“Sudah mentok. Sudah habis. Hanya lima saja. Hasilnya ajudan, sopir dan yang mengikuti beliau hasilnya negatif. Lima orang itu hasilnya negatif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Joko Wahyu Santosa, Kamis (28/1/2021).
BACA JUGA : Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih Positif Terinfeksi
Abdul Halim sendiri, meski menjadi narasumber pada konsultasi publik rencana awal RKPD 2022 melalui zoom, namun saat ini masih menjalani isolasi di RSUD Panembahan Senopati.
Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih mengatakan, sampai saat ini observasi terus dilakukan pihaknya kepada Abdul Halim Muslih. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui perkembangan kesehatan Wakil Bupati Bantul tersebut.
“Memasuki hari keenam kondisi bapak bagus. Sudah mulai pulih, meskipun masih di ruang isolasi. Kami sendiri belum jadwalkan kapan akan menggelar tes swab lanjutan,” ucap Siti.
Abdul Halim Muslih menyatakan diri positif usai menjalani rapid test antigen dan dan harus menjalani isolasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Jumat malam (22/1).
BACA JUGA : Wabup Halim kemungkinan Digantikan Sekda
Halim bercerita jika dia kehilangan indera perasa dan penciuman sebelum menjalani rapid antigen. Untuk hasil swab PCR, hingga kini, Halim masih menantinya.
“Semuanya baik2 saja. Tak ada demam, tak ada pusing, tak ada sesak nafas,” tulis Halim.
“Jumat malam (22/1) kecurigaan muncul saat nyemprot parfum di baju. Tak ada semerbak bau wangi sama sekali. Lalu saya menuju dapur, cari gula dan garam. Saya cicipi keduanya. Baru kali ini ada gula dan garam rasanya sama saja, sama2 tak berasa,” lanjut Halim.
Alhasil, di malam itu melalui swab antigen Halim terkonfirmasi positip Covid tanpa diketahui dari mana dan kapan virus itu menulari.
“Di tempat isolasi dengan treatment beberapa vitamin disertai makan banyak walau agak maksa, alhamdulillah kini daya penginderaan lidah dan hidung saya mulai pulih. Sudah bisa bedakan antara gula dan garam, antara parfum dan remason,” terang Halim.
“Jadi, Covid itu ya virus biasa saja, tidak \'medeni\' seperti sebagian orang menceritakan. Jika terpaksa terpapar, kuncinya: tetap tenang, nggak usah panik, makan banyak, istirahat dan gerak2 badan,” jelasnya.
“Namun jangan ambil resiko. Tetap bermasker di manapun Anda berada, karena penyebaran kini tak lagi melalui droplet dan kontak erat. Waspadalah,” pinta Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iOS 27 resmi rilis. Cek daftar iPhone yang kebagian, fitur Siri AI, Apple Intelligence, cara instal, dan perbedaan dukungan tiap model.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.
Jepang mengirim bantuan Rp35,37 miliar untuk identifikasi korban bencana Nepal yang menewaskan 1.396 orang dan memicu ribuan orang hilang.