Benarkah Dunia Kiamat 13 November 2026? Ini Isi Makalah Ilmiah yang Terbit pada 1960
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Abdul Halim Muslih dan istri, Emi Masruroh, melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Bantul di Dusun Singosaren Wukirsari Bantul, Rabu (9/12/2020)./ Youtube Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL - Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul memastikan menghentikan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan Bupati Bantul terpilih Abdul Halim Muslih.
Keputusan ini dilakukan setelah semua orang yang sempat kontak erat, hasil tes swab PCR dinyatakan negatif.
“Sudah mentok. Sudah habis. Hanya lima saja. Hasilnya ajudan, sopir dan yang mengikuti beliau hasilnya negatif. Lima orang itu hasilnya negatif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Joko Wahyu Santosa, Kamis (28/1/2021).
BACA JUGA : Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih Positif Terinfeksi
Abdul Halim sendiri, meski menjadi narasumber pada konsultasi publik rencana awal RKPD 2022 melalui zoom, namun saat ini masih menjalani isolasi di RSUD Panembahan Senopati.
Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul Siti Rahayuningsih mengatakan, sampai saat ini observasi terus dilakukan pihaknya kepada Abdul Halim Muslih. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui perkembangan kesehatan Wakil Bupati Bantul tersebut.
“Memasuki hari keenam kondisi bapak bagus. Sudah mulai pulih, meskipun masih di ruang isolasi. Kami sendiri belum jadwalkan kapan akan menggelar tes swab lanjutan,” ucap Siti.
Abdul Halim Muslih menyatakan diri positif usai menjalani rapid test antigen dan dan harus menjalani isolasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Jumat malam (22/1).
BACA JUGA : Wabup Halim kemungkinan Digantikan Sekda
Halim bercerita jika dia kehilangan indera perasa dan penciuman sebelum menjalani rapid antigen. Untuk hasil swab PCR, hingga kini, Halim masih menantinya.
“Semuanya baik2 saja. Tak ada demam, tak ada pusing, tak ada sesak nafas,” tulis Halim.
“Jumat malam (22/1) kecurigaan muncul saat nyemprot parfum di baju. Tak ada semerbak bau wangi sama sekali. Lalu saya menuju dapur, cari gula dan garam. Saya cicipi keduanya. Baru kali ini ada gula dan garam rasanya sama saja, sama2 tak berasa,” lanjut Halim.
Alhasil, di malam itu melalui swab antigen Halim terkonfirmasi positip Covid tanpa diketahui dari mana dan kapan virus itu menulari.
“Di tempat isolasi dengan treatment beberapa vitamin disertai makan banyak walau agak maksa, alhamdulillah kini daya penginderaan lidah dan hidung saya mulai pulih. Sudah bisa bedakan antara gula dan garam, antara parfum dan remason,” terang Halim.
“Jadi, Covid itu ya virus biasa saja, tidak \'medeni\' seperti sebagian orang menceritakan. Jika terpaksa terpapar, kuncinya: tetap tenang, nggak usah panik, makan banyak, istirahat dan gerak2 badan,” jelasnya.
“Namun jangan ambil resiko. Tetap bermasker di manapun Anda berada, karena penyebaran kini tak lagi melalui droplet dan kontak erat. Waspadalah,” pinta Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 20 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.