Abu Vulkanik Merapi Tak Pengaruhi Penerbangan di YIA

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo. - Ist/ Dok PT Angkasa Pura I (Persero)
28 Januari 2021 10:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--PT. Angkasa Pura 1 selaku pengelola bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo memastikan erupsi Gunung Merapi tidak mempengaruhi penerbangan. Namun pemantauan dilakukan 30 menit sekali untuk melihat perubahan arah angin menuju bandara guna mengantisipasi adanya abu vulkanik Merapi.

PTS General Manager YIA, Taochid Purnama Hadi mengatakan dampak dari erupsi Gunung Merapi, berupa abu vulkanik hingga Rabu (27/1/2021) sore tidak terlihat di kawasan bandara. Sehingga dipastikan YIA masih beroperasi seperti biasa.

BACA JUGA : Merapi Bergejolak, Muntahkan 36 Awan Panas dalam 14 Jam

"Kebetulan arah anginnya menuju barat laut, sedangkan lokasi bandara ini kan di barat daya, sehingga bisa dikatakan masih aman," kata Taochid kepada awak media Kamis (28/1/2021) pagi.

Meksi begitu, Taochid menyatakan perusahaan bersama AirNav dan BMKG akan terus melakukan monitoring setiap 30 menit sekali apabila ada kemungkinan perubahan arah angin menuju bandara. Jika hal itu terjadi BMKG akan segera melaporkannya ke pengelola bandara untuk selanjutnya dilakukan paper test.

Paper test merupakan media berupa kertas putih yang digunakan untuk melakukan pengujian secara kasat mata terkait ada tidaknya abu vulkanik.

BACA JUGA : Merapi Luncurkan Awan Panas, Dilaporkan Terjadi Hujan Abu

Seperti diketahui Gunung Merapi mengalami erupsi cukup besar pada Rabu (27/1/2021) siang. Berdasarkan catatan dari BPPTKG, Gunung Merapi sempat mengeluarkan awan panas guguran pada pukul 12.53 WIB dengan durasi selama 317,8 detik dan amplitudo sebesar 55 mm. Jarak luncuran sendiri sejauh 3 kilometer mengarah ke barat daya atau tepatnya ke Kali Krasak dan Kali Boyong.

Kemudian, pada pukul 13.32 WIB awan panas guguran kembali keluar dari Gunung Merapi dengan durasi 240 detik dan amplitudo sebesar 70 mm. Jarak luncuran sendiri sejauh dua kilometer mengarah ke barat daya atau tepatnya ke Kali Krasak dan Kali Boyong.