Selama 2020, Ratusan Ribu Orang Mendapat Manfaat Layanan Darurat PMI DIY

PMI DIY menyelenggarakan Mukerda tahun 2020/2021 pada Sabtu (30/1/2021) di Rich Hotel, Sleman. - Ist/dok PMI DIY
31 Januari 2021 13:17 WIB Nina Atmasari Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) tahun 2020/2021 pada Sabtu (30/1/2021) pukul 08.20 WIB-selesai di Rich Hotel, Sleman.

Kegiatan ini dibuka Gubernur DIY yang diwakili oleh Wakil Gubernur DIY dan dihadiri Dewan Kehormatan, Pengurus, Kepala Markas, Kepala Unit Pelayanan Teknis, Perwakilan Relawan PMI se-DIY dan  PMI Kabupaten/Kota serta tamu undangan dari berbagai mitra kerja PMI DIY dengan metode luring dan daring.

Plh Ketua PMI DIY, Irjen Pol (Purn) Haka Astana M. Widya mengungkapkan musyawarah kerja adalah mekanisme organisasi yang wajib dilaksanakan PMI DIY setiap tahun untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja tahun sebelumnya dan menyusun rencana kerja serta anggaran pendapatan/belanja tahun  2021.

Baca juga: Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta, Usulan Lockdown Jawa-Bali Muncul

“Mukerda kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam masa memprihatinkan di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali. Kita laksanakan dengan metode luring sekaligus juga daring. Peserta yang hadir kita batasi, di swab antigen terlebih dahulu dan pelaksanaan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Haka Astana mengatakan selama tahun 2020 PMI DIY fokus pada pelayanan tanggap darurat bencana Covid-19 dan juga erupsi Gunung Merapi. “PMI DIY dengan didukung oleh PMI Kabupaten/Kota di DIY selama tahun 2020, layanan darurat PMI telah menjangkau 674.128 orang penerima manfaat, sedangkan pelayanan kesehatan telah menjangkau 4.989 orang, sementara 108.829 orang terjangkau oleh program pemberdayaan masyarakat dan penerima manfaat untuk pelayanan sosial telah menjangkau 16.638 orang.

Pada tahun yang sama PMI DIY juga membina 20 desa binaan pada program percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Bantul dan Sleman, menyusul wilayah Gunungkidul. Selain itu, dengan dukungan dari PMI Pusat, IFRC,  ICRC, Pemerintah Daerah, swasta, dan masyarakat, PMI DIY telah menjangkau 2.206 titik layanan disinfeksi. PMI DIY juga telah memberikan dukungan kepada 27 rumah sakit rujukan, wisma karantina, Disperindag Kabupaten/Kota, Kwarda Pramuka DIY dan Gerakan Pemuda Anshor.

Baca juga: Manfaat Tidur, Pakar: Sangat Berpengaruh Terhadap Kesehatan

“Pencapaian kinerja PMI DIY tahun 2020 di masa sulit di tengah pandemi Covid-19 ini juga tetap mengedepankan akuntabilitas dengan audit dari akuntan publik dengan hasil wajar tanpa pengecualian (WTP),” ungkap Haka Astana yang juga merupakan mantan Kapolda DIY ini.

Program kerja PMI DIY tahun 2021 masih akan fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam penanganan kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan terutama saat ini masih dalam situasi pandemi, pengembangan sumber daya melalui Klinik Pratama PMI DIY, Klinik Utama Hemodialisis yang sudah mulai operasional per Januari 2021 dan Pusdiklat PMI DIY, pembinaan relawan (pembangunan gedung relawan), peningkatan kualitas pelayanan darah termasuk inisiasi plasma konvalesen dan persiapan musyawarah daerah PMI DIY.

“Saya berharap PMI DIY tahun 2021 ini pelayanan PMI memiliki kinerja yang tinggi, efisien dan mampu menjawab beragam tantangan baru yang terus berkembang pesat. Pelayanan PMI yang non disikriminatif sesuai dengan prinsip dasar gerakan yakni menjamin persamaan tanpa membedakan asal usul, kesukuan, ras, etnik, agama dan latar belakang dan tentu saja sesuai mandat dan tugas pokok PMI yang termaktub dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan,” kata Haka Astana.

Sementara Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X yang membacakan sambutan Gubernur DIY berharap agar PMI dengan segala potensi yang dimiliki dapat mengambil peran yang strategis dalam melawan pandemi.  PMI dapat menjadi bagian dalam  tindakan  preventif dan kuratif seperti edukasi kepada masyarakat, sosialisasi protokol kesehatan sampai dengan mendukung pelaksanaan donor darah plasma konvalesen sebagai salah satu metode penyembuhan pasien Covid-19.

“Saya mewakili Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mengucapkan terima kasih kepada PMI yang telah menjadi mitra Pemda dalam membangun kehidupan sosial kemanusiaan, semoga di masa yang akan datang kolaborasi ini akan terus berkembang demi terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tuturnya.