Mangkrak, Underpass Kulur Perlu Dirombak Ulang

Kereta melintas di atas Underpass Kulur, Kulonprogo, yang berubah menjadi kolam dan menewakan dua remaja pada Sabtu (22/2/2020). - Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
01 Februari 2021 15:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Terowongan (Underpass) Kulur, di Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo yang mangkrak sejak beberapa tahun terakhir mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya oleh anggota Komisi C DPRD DIY, Novida Kartika Hadi (NKH).

Pria asal Kapanewon Wates itu mengatakan telah meminta instansi terkait pembangunan underpass untuk mendesain ulang jalur bawah tanah tersebut. Langkah ini diharapkan bisa membuat underpass sepanjang 350 meter itu dapat digunakan seperti seharusnya.

"Kami sudah minta untuk dibuat DED underpass, biar nantinya jalur itu bisa dimanfaatkan," kata NKH, saat melakukan reses di Panti Marhaens, Kompleks DPC PDI Perjuangan Kulonprogo, Sabtu (30/1/2021).

NKH menyatakan bakal mengawal program DED ulang Underpass Kulur. Apabila tidak ada perubahan, pembuatan DED bakal dilakukan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp600 juta. Adapun dalam DED itu salah satunya mengatur tentang sistem pembuangan air supaya tidak terjadi genangan.

Underpass Kulur dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) DIY pada 2011 hingga 2012. Proyek ini dikatakan gagal karena setelah pembangunan kelar, underpas tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Setiap musim hujan, jalur bawah tanah ini kerap tergenang air dengan ketinggian hingga 3 meter. Akibat dari genangan itu, sudah ada tiga korban jiwa yang tewas tenggelam di underpass. Peristiwa pertama terjadi pada 2017 silam. Kedua pada awal 2020 lalu.

Sebelum tragedi itu terjadi Pemkab Kulonprogo sebenarnya sudah mengusulkan penanganan penuntasan genangan air itu kepada DPUESDM DIY dengan menyusun detail engineering design (DED) pada tahun 2013 untuk dianggarkan pada 2014. Konsepnya ialah melokalisir air supaya tidak masuk ke underpass. Namun hingga saat ini redesain tidak kunjung terlaksana.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo dalam sebuah wawancara dengan awak media pada awal 2020 lalu menyatakan telah melaporkan ke penanggungjawab underpass agar segera dilakukan perbaikan. Sutedjo mengharapkan setelah dilakukan perbaikan, underpass itu bisa berfungsi sebagaimana mestinya yakni memperlancar lalu lintas jalan provinsi dari pertigaan Siluwok ke utara sehingga tidak terhambat palang pintu kereta api.